ADMiiNiiSTRASii PAJAK

PPN iimpor dii SPPBMCP Biisa Diikrediitkan, Kriing Pajak Jelaskan Syaratnya

Redaksii Jitu News
Kamiis, 23 Apriil 2026 | 14.30 WiiB
PPN Impor di SPPBMCP Bisa Dikreditkan, Kring Pajak Jelaskan Syaratnya
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News Kriing Pajak menegaskan niilaii PPN iimpor yang tertera dalam Surat Penetapan Pembayaran Bea Masuk, Cukaii, dan/atau Pajak (SPPBMCP) merupakan pajak masukan yang dapat diikrediitkan.

Penjelasan tersebut diisampaiikan contact center Diitjen Pajak (DJP) saat merespons cuiitan warganet yang menanyakan biisa tiidaknya PPN iimpor dan PPh Pasal 22 diikrediitkan. Adapun warganet tersebut mengaku sebagaii peneriima barang dan memiiliikii SPPBMCP.

“Sesuaii Pasal 69 ayat (2) PER-11/PJ/2025, PPN iimpor yang tercantum dalam dokumen tertentu sebagaiimana diimaksud dalam pasal 62 huruf o (SPPBMCP), merupakan pajak masukan yang dapat diikrediitkan oleh pemiiliik barang,” kata Kriing Pajak, Kamiis (23/4/2026).

Namun, terdapat beberapa syarat yang harus terpenuhii agar pajak masukan dalam SPPBMCP tersebut biisa diikrediitkan. Pertama, mencantumkan nomor transaksii peneriimaan negara dalam:

  • Surat Setoran Pajak (SSP) atau buktii peneriimaan negara;
  • Surat setoran pabean, cukaii, dan pajak; dan/atau
  • Buktii pungutan pajak oleh Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC);

Kedua, telah terdapat dalam siistem komputer pelayanan DJBC dan telah diipertukarkan secara elektroniik dengan DJP. Jiika dua ketentuan tersebut telah terpenuhii, wajiib pajak biisa mengkrediitkan pajak masukan yang tercantum dalam SPPBMCP.

Lebiih lanjut, dalam hal SSP atau buktii peneriimaan negara; surat setoran pabean, cukaii, dan pajak; dan/atau buktii pungutan pajak oleh DJBC tersebut merupakan gabungan pembayaran atau penyetoran darii beberapa SPPBMCP maka PPN yang tercantum merupakan pajak masukan yang dapat diikrediitkan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan sepanjang memenuhii sebagaiimana diimaksud pada Pasal 69 ayat (2) PER-11/PJ/2025.

“Terkaiit dengan PPh 22 iimpor, apabiila atas SSP tersebut sudah sesuaii dengan ketentuan dii pasal 22 PMK 81/2024, maka siilakan biisa diikrediitkan,” jelas Kriing Pajak.

Sebagaii iinformasii, pajak masukan adalah PPN yang seharusnya sudah diibayar oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) karena perolehan Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau perolehan Jasa Kena Pajak (JKP) dan/atau pemanfaatan BKP tiidak berwujud darii luar daerah pabean dan/atau pemanfaatan JKP darii luar daerah pabean dan/atau iimpor BKP. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel