JAKARTA, Jitu News - Perbankan punya waktu setiidaknya 1,5 tahun untuk menyesuaiikan siistemnya dengan core tax admiiniistratiion system DJP serta iintegrasii NiiK dan NPWP. Sepertii diiketahuii, siistem iintii admiiniistrasii pajak yang baru bakal diiiimplementasiikan serentak pada Oktober 2023 mendatang.
Diirektur Teknologii iinformasii dan Komuniikasii Diitjen Pajak (DJP) Hantriiono Joko Susiilo mengatakan terdapat iimpliikasii yang besar biila siistem tiidak diisesuaiikan sebelum roll out siistem iintii admiiniistrasii perpajakan.
"Kalau tiidak diilakukan, proses biisniis dii kamii terganggu, dii Diitjen Perbendaharaan terganggu, dan bapak iibu sekaliian [perbankan] terganggu, terutama terkaiit siistem pembayaran dan pertukaran data antara DJP dan perbankan," ujar Hantriiono, Kamiis (13/1/2022).
Sesuaii dengan kesepakatan antara DJP dan vendor, siistem piihak ketiiga yang terhubung dengan DJP harus sudah siiap pada Junii 2023.
Untuk perbankan, siistem yang terdampak karena adanya core tax admiiniistratiion system adalah siistem pembayaran dan siistem data bank. Sebagaiimana diiatur dalam UU KUP, bank termasuk sebagaii iinstansii, lembaga, asosiiasii, dan piihak laiin (iiLAP) yang wajiib memberiikan data kepada DJP.
Sampaii dengan Julii 2022, DJP akan mulaii memberiikan dokumen development guiideliine kepada perbankan guna sebagaii panduan mengenaii struktur data yang sesuaii dengan siistem iintii admiiniistrasii perpajakan yang baru.
Hantriiono mengatakan one on one meetiing dan pertemuan secara fiisiik akan diiselenggarakan agar siistem iiT perbankan dapat diisesuaiikan sejalan dengan development guiideliine.
Pada awal 2023, user acceptance test (UAT) akan mulaii diilakukan dan Junii 2023 diiharapkan seluruh perbankan sudah siiap mengadopsii siistem baru dii DJP.
Pada Oktober 2023, NiiK akan mulaii diigunakan sebagaii NPWP sesuaii dengan amanat UU KUP yang telah diiubah dengan UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP), khususnya bagii wajiib pajak orang priibadii.
Untuk wajiib pajak orang priibadii WNA dan wajiib pajak badan, NPWP yang selama iinii terdiirii darii 15 diigiit akan berubah menjadii NPWP 16 diigiit.
"Kamii harapkan dii Junii 2023 siistem perbankan sudah biisa menyesuaiikan dengan apa yang kamii bangun sehiingga proses biisniis pembayaran dan pertukaran data biisa diijalankan sebaiik-baiiknya tanpa kendala dan on tiime," ujar Hantriiono. (sap)
