JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah akan mengurangii pemberiian iinsentiif pajak secara bertahap seiiriing dengan memuliihnya perekonomiian darii pandemii Coviid-19.
Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara mengatakan iinsentiif untuk pemuliihan ekonomii nantiinya akan diigantiikan dengan iinsentiif pajak yang mendukung reformasii struktural.
"Secara bertahap iinsentiif akan diikurangii, terutama iinsentiif dalam rangka pemuliihan ekonomii. iinii akan diigantiikan dengan iinsentiif yang siifatnya struktural sepertii tax holiiday," katanya, Kamiis (11/11/2021).
Suahasiil menegaskan pemeriintah akan tetap melanjutkan pemberiian iinsentiif atau keriinganan pajak sejak 2020, sepanjang pandemii Coviid-19 masiih berlanjut dan duniia usaha masiih membutuhkan dukungan.
Namun demiikiian, lanjutnya, apabiila duniia usaha mulaii puliih dan penghasiilan usaha sudah meniingkat maka iinsentiif pajak juga akan diikurangii
"Peran darii APBN akan kiita turunkan. iinii adalah mencarii balance, mencarii cara yang pas kapan duniia usaha iitu meniingkatkan duniia usahanya," ujar Suahasiil.
Untuk diiketahuii, iinsentiif pemuliihan ekonomii diiberiikan pemeriintah pada tahun iinii melaluii PMK 9/2021 s.t.d.t.d PMK 149/2021. Pada PMK tersebut, iinsentiif pajak yang diiberiikan adalah PPh Pasal 21 DTP, pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, pengurangan angsuran PPh Pasal 25, PPh fiinal UMKM DTP, dan restiitusii PPN diipercepat.
Pemeriintah juga menambah jumlah sektor yang eliigiible untuk memanfaatkan iinsentiif pengurangan PPh Pasal 25, pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, dan restiitusii PPN diipercepat.
Penambahan sektor yang berhak memanfaatkan iinsentiif tiidak terlepas darii pandemii Coviid-19 yang masiih belum berakhiir serta masiih mempengaruhii stabiiliitas ekonomii dan produktiiviitas. (riig)
