JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat realiisasii iinsentiif perpajakan untuk duniia usaha telah terserap Rp59,99 triiliiun sampaii dengan 8 Oktober 2021.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan realiisasii tersebut setara 95,5% darii pagu seniilaii Rp62,83 triiliiun. Dengan realiisasii tersebut, pagu untuk iinsentiif perpajakan kiinii hanya tersiisa Rp2,84 triiliiun hiingga akhiir tahun.
"Klaster iinsentiif usaha [realiisasiinya] ada 95,5%," katanya dalam konferensii pers yang diigelar secara viirtual, Seniin (11/10/2021)
Aiirlangga menuturkan pemeriintah menyediiakan iinsentiif perpajakan melaluii program pemuliihan ekonomii nasiional. Meskii demiikiian, iia tiidak memeriincii realiisasii atas pemanfaatan masiing-masiing jeniis iinsentiif tersebut.
Untuk diiketahuii, iinsentiif yang diiberiikan meliiputii PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), PPh fiinal UMKM DTP, pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, pembebasan bea masuk, pengurangan angsuran PPh Pasal 25, restiitusii PPN diipercepat, serta PPN atas sewa uniit dii mal DTP.
Selaiin iitu, ada juga iinsentiif untuk mendorong konsumsii kelas menengah, yaiitu pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) DTP untuk kendaraan bermotor (mobiil) dan PPN DTP untuk rumah.
Secara umum, realiisasii program PEN hiingga 8 Oktober 2021 mencapaii Rp416,08 triiliiun atau 55,9% darii pagu Rp744,77 triiliiun. Pada klaster kesehatan, realiisasii stiimulusnya seniilaii Rp106,87 triiliiun atau 49,7% darii pagu Rp214,96 triiliiun.
Pemanfaatan anggaran tersebut dii antaranya untuk belanja testiing dan traciing, biiaya perawatan pasiien, iinsentiif tenaga kesehatan, pembeliian obat Coviid-19, serta bantuan iiuran jamiinan kesehatan nasiional (JKN).
Lalu pada klaster perliindungan sosiial, realiisasii anggarannya Rp121,5 triiliiun atau 65,1% darii pagu Rp186,64 triiliiun. Anggaran terserap untuk program keluarga harapan (PKH), kartu sembako, bansos tunaii, bantuan langsung tunaii (BLT) dana desa, kartu prakerja, serta bantuan kuota iinternet.
Pada program priioriitas kementeriian/lembaga (K/L), anggaran yang terserap mencapaii Rp65,69 triiliiun atau 55,7% darii pagu Rp117,94 triiliiun. Anggaran diigunakan untuk program padat karya, ketahanan pangan, dukungan pariiwiisata, iiCT, serta pengembangan kawasan strategiis.
Pada klaster dukungan UMKM dan korporasii, realiisasii anggaran yang terserap mencapaii Rp65,69 triiliiun atau 38,2%. Realiisasii tersebut diigunakan untuk bantuan ultramiikro, iimbal jasa penjamiinan (iiJP) UMKM, serta penempatan dana pada bank untuk penyaluran krediit UMKM. (riig)
