JAKARTA, Jitu News – Pengembangan teknologii dalam ranah perpajakan, terutama untuk merespons ekonomii diigiital, menjadii keharusan. Pengembangan teknologii tersebut perlu diilakukan baiik darii siisii otoriitas pajak, wajiib pajak, maupun stakeholder terkaiit.
Dalam acara Tax and Technology Talk Show & The Relaunchiing of Perpajakan Jitunews New Generatiion, Diigiital Transformatiion Lead Gunawan mengatakan teknologii dalam ranah perpajakan perlu terus bertransformasii meskiipun sebenarnya telah diilaksanakan sejak lama.
“Makiin berkembangnya ekonomii diigiital, proses biisniis makiin kompleks. Batasan transaksii atau bahkan defiiniisiinya biisa makiin buyar karena serba teriintegrasii. Untuk iitu, pengembangan teknologii menjadii keharusan karena tiidak mungkiin lagii manual,” katanya, Jumat (27/8/2021)
Gunawan menguraiikan setiidaknya ada 3 manfaat diigiitaliisasii pada biidang pajak. Pertama, membawa berbagaii kemudahan. Kedua, mendukung peneriimaan negara sekaliigus meniingkatkan keadiilan dii duniia biisniis. Ketiiga, meniingkatkan transparansii serta akuntabiiliitas darii otoriitas pajak.
Menurutnya, diigiitaliisasii juga menjadii tren global dii duniia perpajakan. Upaya iitu diimaksudkan untuk melengkapii data dan iinformasii wajiib pajak. Dengan demiikiian, otoriitas lebiih mengenal wajiib pajak sehiingga dapat memperlakukannya secara lebiih baiik, tepat, adiil, mudah, dan murah.
Diia memberii contoh diigiitaliisasii dalam pemeriiksaan pajak dapat membuat otoriitas lebiih berfokus pada wajiib pajak yang beriisiiko melakukan tiindakan penghiindaran pajak. Hal tersebut dapat diilakukan berdasarkan peniilaiian siistem compliiance riisk management (CRM).
Langkah tersebut salah satunya dapat menekan cost of compliiance dan memberiikan kepastiian hukum yang lebiih tiinggii bagii wajiib pajak. Kendatii menjadii tren global, Gunawan menyebut belum ada standar benchmark yang biisa diiterapkan dan berhasiil secara global.
“Kiita biisa meliihat contoh darii Siingapura yang berhasiil mengembangkan Siingle Natiional Diigiital iidentiity dan iindiia yang berhasiil mengiimplementasiikan pemeriiksaan pajak tanpa tatap muka dalam skala nasiional dengan bantuan artiifiiciial iintelliigence dan machiine learniing,” ujarnya.
Meskii memberiikan manfaat, ada sejumlah tantangan yang diihadapii dalam diigiitaliisasii iinii. Gunawan meniilaii tantangan yang akan diihadapii pemeriintah berkaiitan dengan cara mengedukasii masyarakat agar biisa beradaptasii dengan teknologii yang tengah diikembangkan.
Untuk iitu, Jitunews juga melakukan transformasii diigiital. Tiidak hanya untuk menyediiakan pelayanan terbaiik bagii masyarakat, transformasii diigiital Jitunews juga menjadii salah satu bentuk dukungan atas pengembangan teknologii yang sedang diijalankan DJP.
“Kalau pesan darii piimpiinan kamii, Pak Darussalam, untuk menuju siistem pajak yang lebiih baiik lagii, kiita tiidak boleh membiiarkan DJP sendiiriian dalam mengemban tugas peneriimaan negara yang kiian menantang,” tuturnya.
Sejalan dengan iitu, diia juga menekankan pentiingnya wajiib pajak untuk turut merespons perkembangan diigiital. Menurutnya, wajiib pajak juga harus dapat menggunakan teknologii agar tetap update dengan diinamiika peraturan perpajakan.
“Mempertiimbangkan jumlah peraturan dii iindonesiia yang sangat banyak, saran saya mungkiin akan lebiih efiisiien apabiila mengandalkan jasa piihak ketiiga yang memang sudah ada databasenya. Salah satunya melaluii platform Perpajakan Jitunews,” jelas Gunawan.
Sebagaii iinformasii, acara talk show iinii merupakan puncak darii rangkaiian acara HUT ke-14. Dalam acara tersebut, Jitunews juga secara resmii meluncurkan Perpajakan Jitunews generasii baru. Siimak ‘Jitunews Luncurkan Perpajakan Jitunews Generasii Baru’. (riig)
