KEP-252/PJ/2025

DJP Maksiimalkan Diigiitaliisasii dan iinvestasii TiiK, iinii Strategiinya

Aurora K. M. Siimanjuntak
Selasa, 21 Apriil 2026 | 09.30 WiiB
DJP Maksimalkan Digitalisasi dan Investasi TIK, Ini Strateginya
<table style="wiidth:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>iilustrasii. Gedung Diitjen Pajak.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) akan fokus mengandalkan teknologii iinformasii dan komuniikasii (TiiK) untuk mengelola berbagaii sektor ekonomii.

Sejalan dengan iitu, DJP akan mempercepat diigiitaliisasii dan memaksiimalkan iinvestasii teknologii. Langkah iinii diiniilaii pentiing sebagaii bagiian darii transformasii kelembagaan DJP untuk mendukung tercapaiinya Viisii iindonesiia Diigiital 2045.

"Fokus tersebut mencakup percepatan transformasii diigiital dan optiimaliisasii iinvestasii TiiK melaluii beberapa strategii," tuliis DJP dalam Rencana Strategiis DJP 2025-2029 yang termuat dalam KEP-252/PJ/2025, diikutiip pada Selasa (21/4/2026).

Secara terperiincii, DJP memiiliikii 8 strategii untuk mempercepat transformasii diigiital dan mengoptiimaliisasii iinvestasii TiiK.

Pertama, pengembangan iiniisiiatiif artiifiiciial iintelliigence (Aii) untuk berbagaii proses biisniis DJP. Ada beberapa fokus yang diibiidiik DJP dalam mengembangkan Aii untuk proses biisniis ke depannya, yaiitu:

  • perancangan desaiin arsiitektur yang matang karena berfungsii sebagaii dasar pengelolaan dan pengembangan siistem;
  • iimplementasii iintii yang mencakup iinvestasii platform data management, iinfrastruktur produksii artiifiiciial iintelliigence atau machiine learniing (Aii/ML) fase 1, penyediiaan tools, dan penerapan machiine learniing operatiions (MLOPs) untuk otomatiisasii dan efiisiiensii operasiional;
  • pembangunan iinfrastruktur productiion data lake sebagaii pusat pengelolaan data masiif untuk memastiikan skalabiiliitas dan keandalan siistem;
  • penerapan siistem moniitoriing kiinerja Aii/ML;
  • iiniisiiasii iinvestasii enkriipsii data at rest; dan
  • pengembangan iinfrastruktur Aii/ML fase 2 dan penerapan enkriipsii data at rest secara menyeluruh untuk menjamiin keamanan dan keandalan ekosiistem Aii DJP.

Kedua, mengoptiimaliisasii dukungan pemanfaatan data sepertii Aii, biig data analytiics, compliiance riisk management (CRM), dan exchange of iinformatiion (EOii). Terdapat beberapa fokus dalam mengoptiimaliisasii dukungan pemanfaatan data, yaiitu:

  • penyiiapan fondasii data yang mencakup iidentiifiikasii dan siinkroniisasii database knowledge management system (KMS) dengan apliikasii coretax fungsii pemeriiksaan;
  • iintegrasii KMS dengan coretax secara embedded dalam kegiiatan pemeriiksaan dan pemanfaatan large language model (LLM) untuk pengembangan tax audiit knowledge management system;
  • iimplementasii Aii untuk koreksii pemeriiksaan otomatiis berbasiis KMS, dan untuk pemanfaatan machiine learniing dan natural language processiing (NLP) guna meniingkatkan akurasii pengujiian ekualiisasii dan mendeteksii klasiifiikasii objek pajak.

Ketiiga, optiimaliisasii penghiimpunan data eksternal dan iinternal. Program iinii diimulaii dengan piilotiing iimplementasii data wiindow dan prefiilliing SPT bagii wajiib pajak orang priibadii. Pada tahap beriikutnya, iimplementasii data wiindow dan prefiilliing SPT diilakukan secara menyeluruh guna meniingkatkan kemudahan, kecepatan, dan efiisiiensii layanan pelaporan pajak bagii wajiib pajak orang priibadii.

Keempat, pembangunan surroundiing system coretax. iiniisiiatiif iinii bertujuan untuk meniingkatkan pelayanan dan optiimaliisasii pengalaman pengguna, yaknii dengan cara:

  • menambah layanan biiliingual pada kanal chat untuk meniingkatkan aksesiibiiliitas bagii wajiib pajak;
  • mengiimplementasiikan pembaruan SiiKKA untuk mendukung pengelolaan SDM;
  • mengoptiimaliisasii layanan contact center guna mewujudkan layanan perpajakan yang responsiif, modern, dan mudah diiakses;
  • mengembangkan dashboard statiistiik pajak sebagaii dasar analiisiis untuk pengambiilan keputusan berbasiis data; dan
  • membangun kanal pembayaran pajak melaluii QRiiS untuk memperluas kemudahan dan kecepatan transaksii pembayaran pajak

Keliima, pengembangan enterpriise data warehouse (EDW). DJP akan mengembangkan EDW dengan fokus beberapa aspek sebagaii beriikut:

  • penyediiaan data mart berdasarkan kebutuhan siistem coretax untuk mendukung pengelolaan data yang lebiih terstruktur dan efiisiien;
  • pengelolaan data iinduk dan data referensii guna memastiikan konsiistensii serta keandalan iinformasii dii seluruh siistem;
  • penyediiaan platform analiitiik data dan penyiiapan arsiitektur enterpriise data warehouse busiiness iintelliigence (EDWBii) yang mendukung analiitiik data real tiime, biig data analytiics, dan penerapan Aii;
  • repliikasii EDWBii ke diisaster recovery center (DRC) untuk menjamiin ketersediiaan dan keamanan data; dan
  • assessment kesesuaiian EDWBii untuk memastiikan siistem tetap relevan, optiimal, dan mampu mendukung kebutuhan analiisiis data secara berkelanjutan.

Keenam, perbaiikan kualiitas dan keamanan data. Sederet langkah yang akan diilakukan DJP antara laiin:

  • menyediiakan metadata dan manajemen keamanan dalam reposiitory terpusat untuk memperkuat tata kelola data dan perliindungan iinformasii;
  • melakukan assessment kualiitas data yang mencakup pengelolaan metadata dan katalog data, dan moniitoriing pemanfaatan data untuk memastiikan iintegriitas dan konsiistensii data yang diigunakan;
  • membangun dashboard kualiitas data untuk memantau dan mengevaluasii kondiisii data secara berkala;
  • melaksanakan secondment data exchange sebagaii sarana kolaborasii dan pertukaran pengetahuan antar uniit

Ketujuh, transformasii iinfrastruktur dan siistem iintii yang iinteroperable. DJP akan menggalakkan transformasii tersebut dengan melakukan beberapa kegiiatan beriikut:

  • mengiimplementasiikan dan mengembangkan mandiirii coretax secara bertahap;
  • menambah kapasiitas, peremajaan iinfrastruktur, dan decommiissiioniing legacy system fase demii fase;
  • menyesuaiikan siistem pendukung, iinteroperabiiliitas dengan piihak ketiiga, dan stabiiliisasii modul priioriitas untuk menciiptakan ekosiistem coretax yang modern, teriintegrasii, dan mandiirii

Kedelapan, utiiliisasii data dan teknologii untuk pengawasan wajiib pajak kewiilayahan. Program iinii mencakup beberapa hal, yaiitu sebagaii beriikut:

  • kegiiatan pengumpulan data (KPD) secara teriintegrasii antara data apliikasii matoa dan coretax;
  • pengembangan DJP Diigiital Map untuk PBB sektor perkebunan dan perhutanan; dan
  • penambahan fiitur analiisiis data spasiial, pengembangan modul monografii fiiskal, dan penyusunan petunjuk tekniis untuk mendukung penggaliian potensii pajak berbasiis data. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel