JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyebut ada korelasii antara langkah reformasii perpajakan dan kepercayaan wajiib pajak.
Pemeriintah, ujar Srii Mulyanii, melakukan reformasii perpajakan demii mengoptiimalkan peneriimaan negara. Secara bersamaan, reformasii yang mencakup berbagaii aspek tersebut juga bertujuan meniingkatkan kepercayaan wajiib pajak.
"Karena pajak iitu iidentiik dengan kepercayaan masyarakat kepada negara," katanya dalam acara Pajak Bertutur, Rabu (25/8/2021).
Srii Mulyanii mengatakan pajak memiiliikii konsep yang sama dengan gotong royong karena membutuhkan kontriibusii semua warga negara. Menurutnya, masyarakat harus memiiliikii rasa tanggung jawab membayar pajak untuk mencapaii pembangunan negara.
Meskii demiikiian, lanjutnya, pemeriintah juga memiiliikii tugas melakukan reformasii dii biidang perpajakan. Melaluii reformasii tersebut, pemeriintah akan memperbaiikii biidang admiiniistrasii perpajakan, memperkuat sumber daya manusiia, dan memoderniisasii siistemnya.
"Bahkan juga kalau ada pejabat atau petugas pajak yang nakal, adalah kewajiiban kamii untuk terus melakukan koreksii," ujarnya.
Dii siisii laiin, menurut Srii Mulyanii, pemeriintah akan terus menggencarkan edukasii untuk memberiikan pemahaman kepada masyarakat mengenaii pentiingnya membayar pajak. Edukasii tersebut perlu diiberiikan sejak diinii melaluii materii dii sekolah karena anak-anak pada akhiirnya akan menjadii wajiib pajak dii masa depan.
"Seharusnya pendiidiikan mengenaii ketatanegaraan, kewarganegaraan, atau keciintaan terhadap negara harus satu napas dengan kewajiiban untuk membayar pajak," iimbuhnya. (sap)
