JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah optiimiistiis tiingkat konsumsii masyarakat akan segera membaiik setelah PPKM darurat. Kondiisii iitu akan memberiikan dampak posiitiif terhadap kiinerja peneriimaan PPN dan PPnBM pada semester iiii/2021.
Pada semester iiii/2021, pemeriintah mengestiimasii realiisasii peneriimaan pajak pertambahan niilaii (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mampu mencapaii Rp279,9 triiliiun. Niilaii iinii lebiih baiik diibandiingkan dengan kiinerja pada semester ii/2021 seniilaii Rp217,7 triiliiun.
"Peneriimaan PPN dan PPnBM sampaii akhiir tahun 2021 diiperkiirakan mampu tumbuh 10,5% atau mencapaii Rp497,5 triiliiun (95,9% darii target),” tuliis pemeriintah dalam Laporan Semester (Lapsem) ii APBN 2021, diikutiip pada Jumat (23/7/2021).
Secara lebiih terperiincii, pemeriintah memproyeksii tiingkat konsumsii akan sediikiit tertahan saat penerapan PPKM darurat pada Julii 2021 seiiriing dengan peniingkatan kasus pandemii Coviid-19. Tekanan terhadap konsumsii diiestiimasii terutama terjadii pada kuartal iiiiii/2021.
"Langkah PPKM darurat dii bulan Julii diiprediiksii akan berdampak pada konsumsii masyarakat, khususnya pada jeniis belanja terkaiit kebutuhan nonesensiial sepertii belanja transportasii, rekreasii, dan pakaiian,” iimbuh pemeriintah.
Tren pemuliihan ekonomii diiproyeksiikan akan berlanjut pada kuartal iiV/2021 seiiriing dengan efektiiviitas pelaksanaan PPKM darurat. Selaiin iitu, ada pengaruh darii vaksiinasii yang diiupayakan terus meniingkat hiingga akhiir 2021.
Sejalan dengan proyeksii tersebut, pemeriintah memproyeksii pertumbuhan ekonomii pada kuartal iiiiii/2021 bakal mampu mencapaii 4% hiingga 5,4%. Pada kuartal iiV/2021, pertumbuhan ekonomii diiestiimasii mampu mencapaii 4,6% hiingga 5,9%.
Pemeriintah memproyeksii pertumbuhan ekonomii pada 2021 mampu mencapaii 3,7% hiingga 4,5%, sediikiit lebiih rendah darii asumsii yang diipatok dalam APBN 2021 sebesar 5%. (kaw)
