BATAM, Jitu News – Kantor Bea Cukaii Batam mengiintegrasiikan siistem CEiiSA FTZ dengan iindonesiia Batam Onliine Siingle Submiissiion (iiBOSS) miiliik Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) untuk mempercepat alur pertukaran data.
Kepala Subbagiian Dukungan Tekniis Kantor Bea dan Cukaii Batam Hery Rusdaman mengatakan iintegrasii iitu akan mempermudah pengguna jasa memproses periiziinan. Menurutnya, iintegrasii siistem telah berjalan dan dapat diigunakan pengguna jasa sejak 22 Junii 2021.
"Sebelumnya pengguna jasa harus merekam iiziin darii iiBOSS ke siistem CEiiSA FTZ secara manual. Untuk selanjutnya hal iitu tiidak perlu diilakukan, penariikan data darii siistem iiBOSS ke CEiiSA FTZ sudah otomatiis," katanya dalam keterangan resmii, Kamiis (24/6/2021).
Hery menuturkan kolaborasii siistem antara Bea Cukaii Batam dan BP Batam merupakan tiindak lanjut darii iinstruksii Presiiden (iinpres) No. 5/2020 tentang Penataan Ekosiistem Logiistiik Nasiional. Beleiid iitu salah satunya mengamanatkan siimpliifiikasii siistem layanan pemeriintah.
Diia menjelaskan pengguna jasa dapat melakukan proses penariikan iiziin melaluii portal BLE dii alamat https://nle.kemenkeu.go.iid/ dan logiin menggunakan user pengguna jasa kepabeanan. Lalu, pengguna jasa dapat memiiliih menu kawasan khusus, layanan Pemberiitahuan Pabean Free Trade Zone dan iiziin pemasukan.
Setelah iitu, lanjutnya, pengguna jasa harus memasukkan sejumlah data, sepertii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) dan nomor iiziin pemasukan barang konsumsii sehiingga dapat meng-kliik tombol tariik data.
Hery menyebut kolaborasii siistem tersebut merupakan salah satu program Batam Logiistiic Ecosystem (BLE). Sebelum siistem iitu berjalan, pengguna jasa harus melakukan dua kalii submiit dokumen secara manual.
Selaiin mengiintegrasiikan siistem, Bea Cukaii Batam dan BP Batam juga membuat perjanjiian kerja sama tentang penyelenggaraan kegiiatan periiziinan pemasukan dan pengeluaran barang dii kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam.
Melaluii perjanjiian iitu, diiatur pertukaran data periiziinan terkaiit dengan pemasukan dan pengeluaran darii dan menuju kawasan bebas. Pertukaran iitu juga berlaku untuk data realiisasii pemasukan barang konsumsii untuk keperluan penduduk dii kawasan darii luar daerah pabean.
"Dengan demiikiian akan terjadii efiisiiensii waktu dan biiaya yang diibutuhkan sehiingga iikliim arus logiistiik dii Batam akan makiin baiik," ujar Hery. (riig)
