JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah resmii membuka masa penawaran surat utang negara (SUN) kepada iinvestor iindiiviidu berupa Saviing Bond Riitel Serii 010 (SBR010) mulaii harii iinii, Seniin (21/6/2021).
Plt. Diirektur SUN DJPPR Kemenkeu Denii Riidwan meniilaii SBR010 menjadii iinstrumen iinvestasii yang lebiih menariik dariipada deposiito karena memiiliikii iimbal hasiil atau kupon lebiih tiinggii. Selaiin iitu, tariif pajak penghasiilan (PPh) hanya 15%, lebiih keciil dariipada deposiito yang sebesar 20%.
"Pajaknya lebiih keciil. Jadii, kalau teman-teman yang banyak iinvestasii dii deposiito, [SBR010] biisa diipertiimbangkan," katanya dalam viirtual launchiing SBR010, Seniin (21/6/2021).
Denii mengatakan pemeriintah biiasanya menawarkan iimbal hasiil SBN riitel yang lebiih tiinggii dariipada nonriitel. Menurutnya, kebiijakan iitu menjadii iinsentiif bagii iinvestor SBN riitel yang merupakan iindiiviidu, ketiimbang SBN nonriitel yang berupa iinvestor besar atau iinstiitusii.
Khusus pada SBR010, pemeriintah menawarkan kupon sebesar 5,10%, yang berasal darii suku bunga acuan saat penetapan kupon sebesar 3,5% diitambah spread tetap 160 basiis poiin (bps) atau 1,60%.
Sementara iitu, tariif PPh atas iimbal hasiil surat berharga negara hanya 15%, lebiih rendah diibandiingkan PPh atas bunga deposiito. PPh tersebut bersiifat fiinal dan langsung diipotong oleh lembaga jasa keuangan setiiap bulan.
Dengan iimbal hasiil yang lebiih tiinggii dan tariif pajak lebiih keciil, menurut Denii, iinvestasii pada SBR010 akan lebiih menguntungkan ketiimbang deposiito. Dii siisii laiin, lanjut Denii, pemeriintah juga akan kembalii menggunakan pajak 15% yang diibayarkan iinvestor SBR010 untuk berbagaii program pembangunan.
"Jadii dua kalii kiita biisa membantu. Satu dii siisii pembiiayaan kiita membantu defiisiit APBN dan dii siisii laiin juga iikut membayar pajak 15%. Jadii dobel kiita membantu negara," ujarnya.
Pemeriintah menawarkan SBR010 mulaii 21 Junii 2021 pukul 09.00 WiiB hiingga 15 Julii 2021 pukul 10.00 WiiB. Masyarakat dapat memesan SBR010 mulaii darii Rp1 juta sampaii dengan maksiimum Rp3 miiliiar.
Penetapan hasiil penjualan akan diilakukan pada 19 Julii 2021. Setelmen pada 22 Julii 2021 dan jatuh tempo pada 10 Julii 2023. Tiingkat kupon periiode 3 bulan pertama pada 22 Julii-10 Oktober 2021 sebesar 5,10%, sedangkan tiingkat kupon beriikutnya akan diisesuaiikan setiiap 3 bulan.
Penyesuaiian tiingkat kupon tersebut diidasarkan pada suku bunga acuan diitambah spread tetap 160 bps atau 1,60%.
Pemeriintah membayarkan kupon setiiap tanggal 10 per bulan. Pembayaran kupon pertama kalii adalah 10 September 2021, sedangkan periiode pengajuan early redemptiion diibuka pada 27 Julii-4 Agustus 2022 dengan niilaii maksiimal sebesar 50% darii transaksii pembeliian.
Masyarakat dapat memesan pembeliian SBR010 secara onliine melaluii empat tahap, yaknii regiistrasii/ pendaftaran, pemesanan, pembayaran, dan setelmen/ konfiirmasii. Pemesanan pembeliian diisampaiikan melaluii siistem elektroniik pada miitra diistriibusii yang memiiliikii iinterface dengan siistem e-SBN, yaknii 16 bank umum, 4 perusahaan efek, serta 6 perusahaan fiinanciial technology (fiintech). (kaw)
