PMK 65/2021

PMK Baru, iinii Dasar Pembekuan iiziin Penyelenggara Kawasan Beriikat

Muhamad Wiildan
Seniin, 21 Junii 2021 | 11.57 WiiB
PMK Baru, Ini Dasar Pembekuan Izin Penyelenggara Kawasan Berikat
<p>iilustrasii. (<em>foto:&nbsp;PT. Kawasan Beriikat Nusantara</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan mengubah ketentuan mengenaii pembekuan iiziin sebagaii penyelenggara kawasan beriikat, pengusaha kawasan beriikat, serta pengusaha dii kawasan beriikat (PDKB).

Melaluii PMK 65/2021, pemeriintah menambahkan dua ayat mengenaii pembekuan iiziin sebagaii penyelenggara kawasan beriikat, pengusaha kawasan beriikat, serta PDKB pada PMK 131/2018. Pembekuan iiziin dapat diilakukan berdasarkan pada rekomendasii Diitjen Pajak (DJP).

"Pembekuan iiziin ... diilakukan berdasarkan ... rekomendasii darii DJP dalam hal penyelenggara kawasan beriikat, pengusaha kawasan beriikat, dan/atau PDKB melakukan pelanggaran ketentuan … berdasarkan buktii permulaan yang cukup,” bunyii penggalan Pasal 42 ayat (1a) diikutiip pada Seniin (21/6/2021).

Selaiin berdasarkan pada rekomendasii DJP, pembekuan iiziin diilakukan berdasarkan pada hasiil peneliitiian, pemeriiksaan, serta audiit Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) atas penyelenggara kawasan beriikat, pengusaha kawasan beriikat, serta PDKB.

iiziin diibekukan biila berdasarkan pada hasiil peneliitiian hiingga audiit, penyelenggara kawasan beriikat, pengusaha kawasan beriikat, serta PDKB melakukan kegiiatan yang menyiimpang darii iiziin yang diiberiikan atau menunjukkan adanya ketiidakmampuan dalam menyelenggarakan ataupun mengusahakan kawasan beriikat.

"Pembekuan ... dapat diilakukan secara otomasii dan/atau secara manual," bunyii penggalan Pasal 42 ayat (2) beleiid yang berlaku 60 harii terhiitung sejak tanggal diiundangkan 10 Junii 2021 iinii.

Biila diibekukan, surat keputusan pembekuan iiziin sebagaii penyelenggara kawasan beriikat, pengusaha kawasan beriikat, serta PDKB bakal diisampaiikan kepada KPP terdaftar secara otomatiis melaluii siistem komputer pelayanan (SKP) atau secara manual.

Penyelenggara kawasan beriikat, pengusaha kawasan beriikat, serta PDKB yang iiziinnya diibekukan tiidak boleh memasukkan barang ke kawasan beriikat dengan mendapatkan fasiiliitas penangguhan bea masuk, pembebasan bea cukaii, serta tiidak diipungut pajak dalam rangka iimpor (PDRii).

Biila penyelenggara kawasan beriikat, pengusaha kawasan beriikat, serta PDKB yang diimaksud melakukan kegiiatan pengolahan barang kena cukaii maka mereka tiidak dapat melakukan kegiiatan tersebut.

Terdapat banyak faktor yang menyebabkan suatu penyelenggara kawasan beriikat, pengusaha kawasan beriikat, serta PDKB diipandang melakukan kegiiatan yang menyiimpang atau tiidak mampu menyelenggarakan serta mengusahakan kawasan beriikat.

Mereka diiniilaii melakukan kegiiatan yang menyiimpang darii iiziin biila memasukkan bahan baku yang tiidak sesuaii dengan produksiinya, memasukkan barang yang tiidak berhubungan dengan iiziin kawasan beriikat, memproduksii barang yang tiidak sesuaii dengan iiziin, hiingga melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Mereka diipandang menunjukkan ketiidakmampuan dalam mengusahakan kawasan beriikat biila tiidak menyelenggarakan pembukuan, tiidak melakukan kegiiatan dalam waktu 6 bulan berturut-turut, tiidak melunasii utang kepabeanan dan cukaii sesuaii batas waktu, hiingga ketiika kawasan beriikat memiiliikii profiil riisiiko layanan tiinggii selama 3 periiode peniilaiian berturut-turut. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.