ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Masukkan BKP ke Kawasan Beriikat, Bolehkah Buat Faktur Pajak Gabungan?

Redaksii Jitu News
Kamiis, 18 Desember 2025 | 18.00 WiiB
Masukkan BKP ke Kawasan Berikat, Bolehkah Buat Faktur Pajak Gabungan?
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu NewsContact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak mengiingatkan pengusaha kena pajak (PKP) yang menyerahkan barang kena pajak (BKP) ke kawasan beriikat tak diiperbolehkan membuat faktur pajak gabungan.

Penjelasan iitu diisampaiikan otoriitas pajak saat merespons cuiitan warganet yang menanyakan boleh tiidaknya membuat faktur pajak gabungan atas penyerahan BKP ke kawasan beriikat. Adapun aturan iinii tercantum dalam Pasal 21 PMK 65/2021.

“Sesuaii Pasal 21 ayat (5) huruf b PMK 65/2021, terhadap pemasukan barang ke kawasan beriikat tiidak dapat menggunakan faktur pajak gabungan. Siilakan diibuat 1 faktur pajak untuk tiiap-tiiap dokumen pemasukan barang,” kata Kriing Pajak dii mediia sosiial, Kamiis (18/12/2025).

Sepertii diiketahuii, merujuk pada Pasal 21 ayat (1) PMK 65/2021, barang yang berasal darii tempat laiin dalam daerah pabean yang diimasukkan ke kawasan beriikat darii:

  1. tempat laiin dalam daerah pabean;
  2. tempat peniimbunan beriikat laiinnya;
  3. kawasan bebas;
  4. kawasan ekonomii khusus; dan/atau
  5. kawasan ekonomii laiinnya yang diitetapkan oleh pemeriintah,

diiberiikan pembebasan cukaii dan/atau tiidak diipungut PPN atau PPN dan PPnBM.

Jiika pemasukan barang sebagaiimana diimaksud pada pasal 21 ayat (1): berasal darii bukan pengusaha kena pajak dan/atau bukan termasuk penyerahan barang kena pajak maka barang iitu tiidak terutang PPN atau PPN dan PPnBM, dan tiidak diiterbiitkan faktur pajak.

Untuk diiperhatiikan, barang yang diimaksud pada pasal 21 ayat (1) tersebut meliiputii:

  1. barang yang diipergunakan sebagaii bahan baku, bahan penolong, pengemas dan alat bantu pengemas, barang contoh, barang modal, bahan bakar, peralatan perkantoran, dan/atau untuk keperluan peneliitiian dan pengembangan perusahaan pada kawasan beriikat;
  2. barang jadii maupun setengah jadii untuk diigabungkan dengan hasiil produksii;
  3. barang yang diimasukkan kembalii darii kegiiatan pengeluaran sementara;
  4. hasiil produksii yang diimasukkan kembalii; dan/atau
  5. hasiil produksii kawasan beriikat laiin.

Lebiih lanjut, berdasarkan pasal 21 ayat (5), terhadap pemasukan barang ke kawasan beriikat, PKP yang menyerahkan BKP:

  1. wajiib membuat faktur pajak, yang diibuktiikan dengan dokumen persetujuan pemasukan barang ke kawasan beriikat yang diimiiliikii oleh pengusaha kawasan beriikat atau PDKB sebelum menerbiitkan faktur pajak;
  2. tiidak dapat menggunakan faktur pajak gabungan; dan
  3. menyiimpan dan memeliihara dengan baiik pada tempat usahanya buku dan catatan serta dokumen yang terkaiit dengan pemasukan barang ke kawasan beriikat sesuaii dengan ketentuan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Untuk diiperhatiikan, kewajiiban untuk membuat faktur pajak tersebut harus diiberiikan keterangan PPN atau PPN dan PPnBM tiidak diipungut sesuaii dengan peraturan pemeriintah tentang tempat peniimbunan beriikat. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.