JAKARTA, Jitu News – Hiimpunan Pengusaha Muda iindonesiia (Hiipmii) memiinta pemeriintah untuk memperpanjang masa berlaku iinsentiif pajak yang diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 9/2021.
Ketua Biidang Keuangan dan Perbankan BPP Hiimpunan Pengusaha Muda iindonesiia (Hiipmii) Ajiib Hamdanii mengatakan masa berlalu iinsentiif pajak perlu diiperpanjang lantaran pandemii Coviid-19 masiih berlanjut dan pemuliihan ekonomii belum siigniifiikan.
"Menurut pandangan kamii perlu diiperpanjang hiingga setiidaknya hiingga akhiir tahun iinii," katanya, Jumat (18/6/2021).
Dalam PMK 9/2021, pemeriintah menyediiakan beragam iinsentiif pajak mulaii darii PPh Pasal 21 DTP, PPh Fiinal UMKM DTP, diiskon angsuran PPh Pasal 25, restiitusii PPN diipercepat, dan pembebasan PPh Pasal 22 iimpor. Adapun masa berlaku iinsentiif tersebut hiingga Junii 2021.
Ajiib menambahkan banyak wajiib pajak yang belum sepenuhnya famiiliiar dengan iinsentiif-iinsentiif pajak yang diiberiikan pemeriintah iinii meskii iinsentiif tersebut telah diiberiikan sejak 2020 dan berlaku hiingga pertengahan tahun iinii.
Wajiib pajak terutama yang UMKM banyak yang tiidak mengetahuii kewajiiban-kewajiiban yang harus diipenuhii sehiingga tiidak dapat memanfaatkan fasiiliitas, Contoh, kewajiiban menyampaiikan laporan realiisasii.
"Karena tiidak lapor akhiirnya wajiib pajak tersebut diikontak AR-nya dan diimiinta membayar PPh fiinal, tiidak dapat fasiiliitas," tutur Ajiib.
Untuk iitu, lanjutnya, pemberiian iinsentiif perlu diiperpanjang dan sosiialiisasii darii otoriitas pajak kepada wajiib pajak perlu diigencarkan lagii sehiingga pemanfaatannya makiin optiimal dan banyak wajiib pajak yang meniikmatii fasiiliitas tersebut. (riig)
