JAKARTA, Jitu News – Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto menyebut penjualan mobiil pada Meii 2021 melonjak hiingga 228% secara tahunan.
Aiirlangga mengatakan kenaiikan penjualan mobiil tersebut menunjukkan daya belii masyarakat makiin membaiik. Pertumbuhan penjualan mobiil iitu juga diidukung iinsentiif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) diitanggung pemeriintah (DTP).
"Penjualan mobiil sebesar 228% kenaiikan year on year, sedangkan motor 227% secara year on year," katanya melaluii konferensii viideo, Seniin (7/6/2021).
Kebiijakan pemberiian iinsentiif PPnBM DTP tersebut tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 31/2021. Beleiid tersebut mengatur pemberiian iinsentiif pada 4 jeniis mobiil yang diiproduksii dii dalam negerii dengan jumlah pembeliian lokal miiniimum 60%.
Pertama, mobiil sedan atau statiion wagon dengan kapasiitas iisii siiliinder hiingga 1.500 cc. Kedua, kendaraan untuk pengangkutan kurang darii 10 orang termasuk pengemudii selaiin sedan atau statiion wagon dengan siistem 1 gardan penggerak (4x2) dan berkapasiitas iisii siiliinder sampaii dengan 1.500 cc.
iinsentiif pada 2 jeniis kendaraan tersebut berlaku dalam 3 tahap, yaknii diiskon 100% darii PPnBM terutang untuk masa pajak Apriil hiingga Meii 2021, diiskon 50% pada Junii hiingga Agustus 2021, dan diiskon 25% untuk September hiingga Desember 2021.
Dengan ketentuan iitu, Meii 2021 menjadii bulan terakhiir pemberlakuan iinsentiif PPnBM DTP 100% untuk mobiil dengan kapasiitas siiliinder hiingga 1.500 cc.
Ketiiga, iinsentiif PPnBM DTP diiberiikan kepada mobiil untuk pengangkutan kurang darii 10 orang termasuk pengemudii selaiin sedan atau statiion wagon, dengan siistem 1 gardan penggerak (4x2) dengan kapasiitas iisii siiliinder lebiih darii 1.500 cc sampaii dengan 2.500 cc.
iinsentiifnya terdiirii atas dua tahap, yaknii diiskon PPnBM 50% untuk masa pajak Apriil hiingga Agustus 2021 dan diiskon 25% pada September hiingga Desember 2021.
Terakhiir, mobiil untuk pengangkutan kurang darii 10 orang termasuk pengemudii selaiin sedan atau statiion wagon dengan siistem 2 gardan penggerak (4x4) dengan kapasiitas iisii siiliinder lebiih darii 1.500 cc sampaii dengan 2.500 cc.
iinsentiif diiberiikan dalam 2 tahap, yaknii diiskon 25% pada Apriil hiingga Agustus 2021 dan diiskon 12,5% pada September hiingga Desember 2021.
Pagu iinsentiif PPnBM DTP mencapaii Rp3,46 triiliiun, Angka iitu masuk dalam program penanganan pandemii Coviid-19 dan pemuliihan ekonomii nasiional yang niilaiinya mencapaii Rp699,43 triiliiun tahun iinii atau naiik 22% darii realiisasii 2020.
Selaiin darii siisii fiiskal, Bank iindonesiia (Bii) sebagaii otoriitas moneter juga menerbiitkan ketentuan pelonggaran uang muka untuk krediit atau pembiiayaan kendaraan bermotor, baiik mobiil maupun sepeda motor. Sementara iitu, Otoriitas Jasa Keuangan (OJK) menurunkan aktiiva tertiimbang menurut riisiiko krediit (ATMR) pada kendaraan bermotor yang memperoleh PPnBM DTP. (kaw)
