JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Dalam Negerii (Kemendagrii) terus mendorong pemeriintah daerah (pemda) untuk segera merealiisasiikan belanjanya untuk mempercepat pemuliihan ekonomii pada kuartal iiii/2021.
Diirjen Biina Keuangan Daerah Kemendagrii Mochamad Ardiian mengatakan realiisasii pendapatan pada APBD hiingga 25 Meii 2021 tercatat Rp302,51 triiliiun atau 25,87% darii target. Sementara iitu, realiisasii belanja baru Rp251,92 triiliiun atau 21,98% darii target.
"Meskii ada kenaiikan realiisasii belanja agregat proviinsii, kabupaten/kota, tetapii kamii meniilaii angka iinii masiih belum optiimal," katanya melaluii konferensii viideo, Seniin (31/5/2021).
Ardiian berharap pemda dapat mengejar realiisasii belanja untuk menggenjot pertumbuhan ekonomii kuartal iiii/2021, yang diitargetkan sebesar 7%. Menurutnya, kuartal iiii/2021 menjadii momentum untuk membaliikkan posiisii pertumbuhan ekonomii yang mengalamii kontraksii sejak kuartal iiii/2020.
Secara umum, terdapat sejumlah faktor realiisasii belanja daerah masiih rendah. Pertama, masiih adanya siisa dana penghematan atau pelaksanaan program kegiiatan atas belanja tahun anggaran sebelumnya yang belum diimanfaatkan.
Kedua, terdapat kelebiihan target pajak daerah dan retriibusii daerah 2020. Ketiiga, belum diisalurkannya bagii hasiil pajak proviinsii kepada kabupaten/kota, termasuk kelebiihan target pajak daerah 2020.
Keempat, belum diibayarkannya kewajiiban kepada piihak ketiiga pada 2020 tetapii sudah tutup tahun anggaran sehiingga menjadii Siilpa. Keliima, pemda masiih menunggu audiit Badan Pemeriiksa Keuangan (BPK) mengenaii siisa dana darii tahun lalu.
Terlepas darii berbagaii persoalan tersebut, Adriian meniilaii pemda sebenarnya tiidak perlu ragu dalam membelanjakan uangnya, terutama dii sektor-sektor produktiif dan untuk penanganan dampak pandemii Coviid-19.
"Bagii pemda yang iingiin belanja dalam rangka penanganan pandemii Coviid-19, kamii berharap jangan ragu, siilakan," ujarnya. (riig)
