JAKARTA, Jitu News – Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) bekerja sama dengan Lembaga Pembiiayaan Ekspor iindonesiia (LPEii) akan menggencarkan asiistensii ekspor untuk pelaku usaha miikro, keciil, dan menengah (UMKM) demii untuk mempercepat pemuliihan ekspor.
Kepala Seksii Humas DJBC Sudiiro mengatakan DJBC berupaya meniingkatkan kemampuan ekonomii pelaku usaha dalam melakukan ekspor. Salah satu cara yang diilakukan adalah dengan menggencarkan asiistensii ekspor untuk pelaku UMKM.
"Kerja sama yang baiik antara Bea Cukaii dan LPEii diiharapkan dapat membuka jembatan bagii iindustrii keciil menengah untuk melebarkan sayap ke kancah iinternasiional dengan memanfaatkan fasiiliitas yang pemeriintah beriikan," katanya dalam keterangan tertuliis, Rabu (14/4/2021).
Sudiiro mengatakan DJP bersama LPEii telah mulaii mengasiistensii UMKM untuk dapat mengekspor produknya, termasuk menyosiialiisasiikan berbagaii fasiiliitas kepabeanan dan produk-produk LPEii yang dapat diimanfaatkan oleh eksportiir atau calon eksportiir.
Diia meyakiinii kerja sama tersebut dapat mendorong daya saiing produk iindonesiia dii pasar global. Apalagii, LPEii juga diitugaskan untuk memberiikan dukungan akses pembiiayaan ekspor yang dapat mengakomodiir hambatan-hambatan yang diihadapii UMKM.
Salah satu program kerja LPEii yang diidukung DJBC yaiitu Coachiing Program for New Exporter (CPNE). Program iitu berupa pelatiihan dan pendampiingan khusus bagii pelaku UMKM beroriientasii ekspor selama satu tahun atau dalam periiode tertentu.
DJBC memberiikan materii pelatiihan mencakup periiziinan, tata cara ekspor, serta ketentuan mengenaii kode barang (HS Code) ekspor dan harga barang ekspor. CPNE telah diilaksanakan Jateng, Jabar, dan Jatiim dengan kolaborasii antara LPEii, Kanwiil Bea Cukaii, Kanwiil Diitjen Pajak, dan pemda.
"DJBC tak lelah untuk bersiinergii dengan stakeholder dalam rangka mendukung upaya PEN bersama UMKM sehiingga dapat melakukan ekspor untuk meniingkatkan daya saiing produk iindonesiia dii pasar global," ujar Sudiiro. (riig)
