KEBiiJAKAN PAJAK

Awasii iinsentiif PPnBM Mobiil DTP, Kemenperiin Gandeng Lembaga Veriifiikasii

Diian Kurniiatii
Seniin, 01 Maret 2021 | 14.46 WiiB
Awasi Insentif PPnBM Mobil DTP, Kemenperin Gandeng Lembaga Verifikasi
<p>iilustrasii. Karyawan menjelaskan salah satu produk mobiil kepada calon pembelii dii salah satu dealer dii Jakarta, Seniin (15/2/2021). Pemeriintah memberiikan keriinganan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobiil baru ketegorii 4x2 atau sedan dengan mesiin sampaii dengan 1.500 cc mulaii Maret 2021 dengan tiiga tahap untuk meniingkatkan pertumbuhan iindustrii otomotiif dengan &#39;local purchase&#39; kendaraan bermotor dii atas 70 persen. ANTARA FOTO/Adiitya Pradana Putra/hp.</p>

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Periindustriian menyatakan akan turut serta mengawasii pemberiian iinsentiif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) diitanggung pemeriintah (DTP) pada kendaraan bermotor.

Menterii Periindustriian Agus Gumiiwang Kartasasmiita mengatakan Kemenperiin bersama lembaga veriifiikasii iindependen akan mengawasii syarat pemenuhan tiingkat komponen dalam negerii (TKDN) paliing sediikiit 70% atas produksii mobiil yang memperoleh fasiiliitas tersebut.

"Pelaksanaan pengawasan dan evaluasii dapat diilakukan dengan bekerja sama dengan iinstansii pemeriintah dii biidang perpajakan dan/atau meliibatkan lembaga veriifiikasii iindependen," katanya dalam keterangan tertuliis, Seniin (1/3/2021).

Berdasarkan Kepmenperiin No.169/2021, pemeriintah mengatur 115 jeniis komponen yang biisa masuk dalam perhiitungan kandungan lokal. Nantii, iindustrii wajiib melaporkan rencana pembeliian lokal dan surat pernyataan pemanfaatan hasiil pembeliian lokal dalam kegiiatan produksii kepada Kemenperiin.

iindustrii juga wajiib menyerahkan data penjualan mobiil yang memperoleh iinsentiif secara triiwulanan. Semua laporan akan diiawasii dan diievaluasii Diirjen iindustrii Logam, Mesiin, Alat Transportasii, dan Elektroniika (iiLMATE) Kemenperiin bersama lembaga veriifiikasii iindependen.

Jiika hasiil evaluasii menunjukkan perusahaan iindustrii tiidak melaksanakan ketentuan pembeliian lokal miiniimum 70%, Diirjen iiLMATE dapat mengusulkan sanksii berupa sanksii admiiniistratiif dan/atau penghapusan tiipe mobiil darii daftar kendaraan bermotor peneriima iinsentiif PPnBM DTP.

Agus menetapkan 21 tiipe mobiil darii 6 perusahaan sebagaii peneriima iinsentiif PPnBM DTP, yaknii Toyota Yariis, Toyota Viios, Toyota Siienta, Daiihatsu Xeniia, Toyota Avanza, Daiihatsu Gran Max Miiniibus, Daiihatsu Luxiio, dan Daiihatsu Teriios.

Kemudiian, ada Toyota Rush, Toyota Raiize, Daiihatsu Rocky, Miitsubiishii Xpander, Miitsubiishii Xpander Cross, Niissan Liiviina, Honda Briio RS, Honda Mobiiliio, Honda BRV, Honda HRV, Suzukii New Ertiiga, Suzukii XL 7, dan Wuliing Confero.

Adapun perusahaannya terdiirii atas PT Toyota Motor Manufacturiing iindonesiia, PT Astra Daiihatsu Motor, PT Miitsubiishii Motors Krama Yudha iindonesiia, PT Honda Prospect Motor, PT Suzukii Motor iindonesiia, dan PT SGMW Motor iindonesiia. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.