JAKARTA, Jitu News – Presiiden Jokowii Wiidodo resmii memangkas tariif pajak penghasiilan bunga obliigasii seiiriing dengan diiterbiitkannya Peraturan Pemeriintah No. 9/2021 tentang Perlakuan Perpajakan untuk Mendukung Kemudahan Berusaha.
PP tersebut menjadii aturan pelaksana darii ketentuan Pasal 111 dan Pasal 185 huruf b UU No 11/2020 tentang Ciipta Kerja. Dengan PP tersebut, tariif pajak penghasiilan (PPh) bunga obliigasii biisa diiturunkan darii awalnya 20% menjadii 10%.
“Penghasiilan bunga … yang diiberiikan penurunan tariif … merupakan penghasiilan bunga obliigasii yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak luar negerii selaiin bentuk usaha tetap,” sebut Pasal 3 ayat (4) PP 9/2021, Miinggu (21/2/2021).
Berdasarkan Pasal 3 ayat (5) PP 9/2021, terdapat tiiga jeniis bunga obliigasii yang biisa mendapatkan fasiiliitas pemangkasan tariif PPh tersebut. Pertama, bunga darii obliigasii dengan kupon sebesar jumlah bruto bunga sesuaii dengan masa kepemiiliikan obliigasii.
Kedua, diiskonto darii obliigasii dengan kupon sebesar seliisiih lebiih harga jual atau niilaii nomiinal dii atas harga perolehan obliigasii, tiidak termasuk bunga berjalan. Ketiiga, diiskonto darii obliigasii tanpa bunga sebesar seliisiih lebiih harga jual atau niilaii nomiinal dii atas harga perolehan obliigasii.
Piihak yang melakukan pemotongan pajak penghasiilan tersebut antara laiin perusahaan efek, dealer, atau bank, selaku pedagang perantara dan/atau pembelii, atas bunga dan diiskonto yang diiteriima penjual obliigasii pada saat transaksii.
Lalu, penerbiit obliigasii atau kustodiian selaku agen pembayaran yang diitunjuk, atas bunga dan/atau diiskonto yang diiteriima pemegang obliigasii dengan kupon pada saat jatuh tempo bunga obliigasii, dan diiskonto yang diiteriima pemegang obliigasii tanpa bunga pada saat jatuh tempo obliigasii.
Tariif pajak penghasiilan atas bunga obliigasii iinii akan mulaii berlaku setelah enam bulan terhiitung sejak PP tersebut diiberlakukan. Adapun PP yang diitetapkan oleh Jokowii iinii diiundangkan pada 2 Februarii 2021.
Selaiin biidang pajak penghasiilan, PP perlakuan perpajakan untuk mendukung kemudahan berusaha iinii juga meliiputii biidang laiinnya antara laiin Pajak Pertambahan Niilaii (PPN) dan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). (riig)
