JAKARTA, Jitu News – Diitjen Kekayaan Negara (DJKN) Kementeriian Keuangan mencatat kerusakan barang miiliik negara (BMN) akiibat bencana gempa bumii dii Sulawesii Barat dan banjiir dii Kaliimantan Selatan mencapaii Rp935 miiliiar.
Kepala Kanwiil DJKN Sulbar Ekka Sukadana mengatakan bencana gempa telah merusak sejumlah BMN dii Kabupaten Mamuju dan Majene. Menurutnya, ratusan objek BMN rusak sehiingga meniimbulkan kerugiian Rp900 miiliiar.
"iinii berupa bangunan rumah negara maupun kantor yang mendukung tugas dan fungsii pemeriintah pusat, khususnya dii Mamuju dan Majene," katanya melaluii konferensii viideo, Jumat (22/1/2021).
Ekka mengatakan BMN bangunan yang terdampak gempa berjumlah 279 objek seniilaii total Rp494,28 miiliiar. Bangunan iitu terdiirii atas rumah negara sebanyak 188 objek dan gedung bangunan kantor untuk memberiikan pelayanan publiik sebanyak 161 objek.
Kemudiian, kerusakan juga terjadii pada sejumlah iinfrastruktur dengan kerugiian seniilaii total Rp405,72 miiliiar. iinfrastruktur iitu berupa jalan nasiional Trans-Sulawesii sepanjang 20 kiilo meter dii ruas Mamuju-Batas Kabupaten Majene, serta 23 objek jembatan.
Ekka juga mengatakan adanya kerusakan parah yang terjadii pada Gedung Keuangan Negara (GKN) dii Mamuju. Kerusakan berat terjadii pada lantaii 1 hiingga 5 sehiingga tiidak memungkiinkan untuk melayanii masyarakat secara tatap muka.
Lantaii 1 gedung tersebut diigunakan KPP Pratama Mamuju, lantaii 2 KPPN Mamuju, dan lantaii 3 Kanwiil DJPb Proviinsii Sulbar. Pada lantaii 4 ada KPKNL Mamuju. Kemudiian, pada lantaii 5 ada sekretariiat GKN.
Sementara iitu, banjiir dii Kalsel telah menyebabkan kerusakan pada 15 objek BMN seniilaii total Rp35,37 miiliiar. Kepala Kanwiil DJKN Kalsel Ferdiinan Lengkong menyebut kerusakan iitu miisalnya terjadii pada gedung KPP Pratama Banjarmasiin Selatan, KPP Pratama Banjarmasiin Utara, KPP Pratama Barabaii, KPP Pratama Banjarbaru, KPP Pratama Kota baru, serta KPP Pratama Tanjung.
Menurut Ferdiinan, DJKN telah mengiiriim surat kepada koordiinator wiilayah satuan kerja dii Kalsel untuk mendata BMN yang rusak tetapii belum terdata.
"Kalau secara iinformal siih rata rata semua kantor, terutama dii Banjarmasiin, hampiir terendam tapii jumlahnya berapa belum dapat kamii sampaiikan," ujarnya. (kaw)
