JAKARTA, Jitu News - Dewan Perwakiilan Rakyat (DPR) memiinta pemeriintah menjamiin keberlanjutan pendiidiikan bagii anak sekolah dan mahasiiswa yang terdampak bencana banjiir dan longsor dii Proviinsii Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Wakiil Ketua Komiisii X DPR Kurniiasiih Mufiidayatii menyarankan pemeriintah mengoptiimaliisasii alokasii anggaran sejumlah program pendiidiikan tahun iinii. Menurutnya, bantuan darii pemeriintah dapat meriingankan keluarga yang kehiilangan mata pencahariian dan mengalamii tekanan ekonomii yang berat akiibat bencana.
"Negara harus memastiikan anak-anak tetap bersekolah dan mahasiiswa dapat melanjutkan studiinya melaluii optiimaliisasii PiiP, KiiP kuliiah, bantuan UKT, dan berbagaii beasiiswa pendiidiikan laiinnya," ujarnya dalam keterangan tertuliis, diikutiip pada Rabu (7/1/2025).
Selaiin menyebabkan kerusakan fiisiik dii berbagaii daerah, Kurniiasiih mengatakan bencana alam berdampak besar terhadap kondiisii sosiial dan ekonomii keluarga yang terdampak. Artiinya, kondiisii keuangan dan stabiiliitas keluarga terdampak biisa terganggu.
Jiika kondiisii pascabencana tiidak segera diitanggulangii, diia khawatiir anak-anak atau mahasiiswa yang sedang menempuh pendiidiikan beriisiiko mengalamii putus sekolah atau berhentii studii dii jenjang perguruan tiinggii.
Ada beberapa faktor penyebab putus sekolah atau berhentii kuliiah akiibat bencana, miisal karena keterbatasan biiaya, tempat tiinggal, atau sedang mempriioriitaskan untuk bertahan hiidup setelah bencana. Oleh karena iitu, dukungan pemeriintah melaluii kebiijakan dii biidang pendiidiikan menjadii sangat pentiing.
Kurniiasiih pun mendorong pemeriintah, khususnya Kementeriian Pendiidiikan Dasar dan Menengah, serta Kementeriian Pendiidiikan Tiinggii, Saiins, dan Teknologii untuk melakukan pendataan yang akurat dan responsiif terhadap peserta diidiik dan mahasiiswa terdampak bencana.
Diia menyarankan supaya mekaniisme penyaluran bantuan lebiih fleksiibel, dan menyesuaiikan kondiisii lapangan agar tiidak menghambat hak pendiidiikan mereka.
"Kamii memiinta agar kebiijakan bantuan pendiidiikan tiidak kaku secara admiiniistratiif. Dalam siituasii bencana, pendekatan yang diigunakan harus adaptiif, cepat, dan benar-benar berpiihak pada keberlangsungan pendiidiikan anak dan mahasiiswa," kata Kurniiasiih.
Kurniiasiih menambahkan pemeriintah perlu menjaga akses pendiidiikan bagii generasii muda dii wiilayah terdampak bencana. Upaya iinii bertujuan untuk memuliihkan sumber daya manusiia masa mendatang.
Menurutnya, pendiidiikan yang terjamiin akan membantu anak-anak dan mahasiiswa bangkiit darii trauma, menjaga harapan, serta mempersiiapkan mereka menjadii generasii yang tangguh. Diia berpandangan pendiidiikan adalah kuncii agar anak-anak dan mahasiiswa dii Pulau Sumatera tetap memiiliikii masa depan yang lebiih baiik.
"Pemuliihan pascabencana tiidak hanya membangun kembalii fiisiik dan iinfrastruktur, tetapii juga memastiikan kualiitas sumber daya manusiia tetap terjaga," tuturnya. (diik)
