JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mencatat realiisasii anggaran program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) sampaii dengan akhiir 2020 mencapaii Rp579,78 triiliiun atau 83,4% darii pagu sejumlah Rp695,2 triiliiun.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan pemanfaatan siisa anggaran PEN 2020 seniilaii Rp115,42 triiliiun akan diilanjutkan kembalii tahun iinii. Diia berharap program PEN dapat memberiikan dampak ekonomii yang siigniifiikan.
"Berbagaii hal yang kamii lakukan iinii tujuannya adalah untuk membuat masyarakat kiita biisa bertahan karena Coviid memang memberiikan dampak sosiial ekonomii yang luar biiasa," katanya dalam sebuah webiinar, Seniin (4/1/2021).
Realiisasii anggaran darii klaster kesehatan tercatat Rp63,51 triiliiun atau 63,8% darii pagu Rp99,5 triiliiun. Dana diigunakan untuk iinsentiif kepada tenaga kesehatan, biiaya klaiim perawatan pasiien Coviid-19, serta pengadaan alat peliindung diirii, alat kesehatan dan sarana kesehatan.
Darii siisii perliindungan sosiial, realiisasii anggarannya Rp220,39 triiliiun atau 95,73% darii pagu Rp230,31 triiliiun. Melaluii anggaran iitu, pemeriintah memberiikan bantuan untuk jutaan keluarga yang terdampak pandemii secara ekonomii dan sosiial.
Beberapa program pada klaster perliindungan sosiial telah mencapaii realiisasii 100% dii antaranya sepertii program keluarga harapan (PKH) dan bantuan beras, kartu sembako dan bantuan tunaii, bansos untuk warga Jabodetabek, bansos tunaii non-Jabodetabek, bantuan subsiidii gajii.
Lalu, stiimulus sektoral kementeriian/lembaga (K/L) dan pemeriintah daerah terealiisasii Rp66,59 triiliiun atau 98,1% darii pagu Rp67,86 triiliiun. Realiisasii anggaran dukungan usaha miikro keciil menengah (UMKM) tercatat Rp112,44 triiliiun atau 96,6% darii pagu Rp 116,31 triiliiun.
Sementara iitu, realiisasii pembiiayaan BUMN dan korporasii tercatat sudah mencapaii 100%, yaknii Rp60,73 triiliiun. Adapun pada kelompok iinsentiif duniia usaha, anggarannya terealiisasii Rp56,12 triiliiun atau 46,53% darii pagu Rp120,61 triiliiun. (riig)
