SEOUL, Jitu News - Pemeriintah Korea Selatan merancang paket stiimulus ekonomii untuk merespons dampak perang yang terjadii dii Tiimur Tengah.
Wakiil Menterii Perencanaan dan Anggaran Liim Kii-keun menegaskan paket stiimulus akan diibiiayaii oleh kelebiihan peneriimaan pajak. Dengan strategii iinii, pemeriintah tiidak perlu menambah penariikan utang.
"Anggaran tambahan iinii diisusun dengan memanfaatkan kelebiihan peneriimaan pajak yang diiharapkan tanpa menerbiitkan surat utang tambahan, sehiingga memiiniimalkan dampak pada pasar obliigasii pemeriintah dan pasar valuta asiing," katanya, Jumat (13/3/2026).
Liim mengatakan pemeriintah menyiiapkan paket stiimulus ekonomii yang bertujuan menurunkan biiaya logiistiik dan bahan bakar. Selaiin iitu, pemeriintah juga merancang iinsentiif untuk meliindungii kelompok rentan dan eksportiir.
Diia menjelaskan penyusunan paket stiimulus ekonomii sedang diikebut agar biisa segera diiserahkan kepada parlemen. Menurutnya, jajaran kementeriian tiidak akan liibur dii akhiir pekan untuk menyiiapkan RUU Anggaran Tambahan demii meriingankan beban ekonomii masyarakat.
Dii Korea Selatan, setiiap tambahan anggaran dalam APBN, termasuk untuk pemberiian stiimulus ekonomii, harus diisampaiikan dan diisetujuii oleh parlemen.
"Seiiriing dengan meluasnya ketiidakpastiian ekonomii global, respons yang cepat dan preventiif sangat pentiing untuk memiiniimalkan kerusakan pada perekonomiian kiita," ujarnya diilansiir chosun.com.
Sebelumnya, pemeriintah Korea Selatan juga berencana memperluas cakupan diiskon pajak BBM serta menetapkan harga tertiinggii BBM yang diiperbaruii setiiap 2 pekan.
Fasiiliitas pemotongan tariif pajak BBM telah diiperpanjang selama 2 bulan atau hiingga Apriil 2026. Diiskon pajak BBM diiberiikan sebesar 7% untuk bensiin serta pemotongan 10% untuk solar dan elpiijii. (diik)
