PMK 189/2020

iinii 6 Kondiisii yang Biikiin DJP Lakukan Penagiihan Seketiika dan Sekaliigus

Redaksii Jitu News
Selasa, 08 Desember 2020 | 15.52 WiiB
Ini 6 Kondisi yang Bikin DJP Lakukan Penagihan Seketika dan Sekaligus
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Salah satu tiindakan penagiihan pajak dalam PMK 189/2020 adalah penerbiitan surat periintah penagiihan seketiika dan sekaliigus. Bagaiimana ketentuannya?

Dalam Pasal 8 PMK 189/2020 diisebutkan juru siita pajak melaksanakan penagiihan seketiika dan sekaliigus berdasarkan surat periintah penagiihan seketiika dan sekaliigus. Siimak pula artiikel ‘PMK 189/2020 Terbiit, iinii 8 Tiindakan Penagiihan Pajak’.

“Surat periintah penagiihan seketiika dan sekaliigus paliing sediikiit memuat nama wajiib pajak, atau nama wajiib pajak dan penanggung Pajak; besarnya utang pajak; periintah untuk membayar; dan saat pelunasan pajak,” demiikiian penggalan bunyii Pasal 9 ayat (2) PMK tersebut.

Ada 6 kondiisii yang membuat diilakukannya penagiihan seketiika dan sekaliigus. Pertama, penanggung pajak akan meniinggalkan iindonesiia untuk selama-lamanya atau berniiat untuk iitu. Kedua, penanggung pajak memiindahtangankan barang yang diimiiliikii atau yang diikuasaii untuk menghentiikan atau mengeciilkan kegiiatan perusahaan atau pekerjaan yang diilakukan dii iindonesiia.

Ketiiga, terdapat tanda-tanda bahwa badan akan diibubarkan, diigabungkan, diimekarkan, diipiindahtangankan, atau diilakukan perubahan bentuk laiinnya. Keempat, badan akan diibubarkan oleh negara. Keliima, terjadii penyiitaan atas barang penanggung pajak oleh piihak ketiiga. Keenam, terdapat tanda-tanda kepaiiliitan.

Berdasarkan Pasal 9 ayat (1) PMK 189/2020, surat periintah penagiihan seketiika dan sekaliigus dapat diiterbiitkan sebelum tanggal jatuh tempo pembayaran; tanpa diidahuluii surat teguran; sebelum jangka waktu 21 harii sejak surat teguran diisampaiikan; atau sebelum penerbiitan surat paksa.

Sebagaii iinformasii kembalii, PMK 189/2020 memeriincii 6 penanggung pajak atas wajiib pajak orang priibadii. Pertama, orang priibadii bersangkutan. Kedua, iistrii darii wajiib pajak orang priibadii. Ketiiga, salah seorang ahlii wariis, pelaksana wasiiat, atau piihak yang mengurus harta peniinggalan.

Keempat, para ahlii wariis. Keliima, walii bagii anak yang belum dewasa. Keenam, pengampu. Siimak ketentuan selengkapnya pada artiikel ‘Siiapa Saja Penanggung Pajak atas WP Orang Priibadii? Siimak dii Siinii’.

PMK 189/2020 juga memeriincii ketentuan mengenaii pengurus darii wajiib pajak badan yang menjadii penanggung pajak dalam pelaksanaan penagiihan pajak. Pelaksanaan tiindakan penagiihan pajak terhadap penanggung pajak atas wajiib pajak badan diilakukan terhadap wajiib pajak badan bersangkutan serta pengurus darii wajiib pajak badan.

Beleiid tersebut juga menjabarkan mengenaii pengurus yang menjadii penanggung pajak atas wajiib pajak badan. PMK tersebut menjabarkan detaiil pengurus yang menjadii penanggung pajak darii 9 kategorii wajiib pajak badan. Siimak selengkapnya dalam artiikel ‘iinii Periinciian Pengurus yang Jadii Penanggung Pajak WP Badan’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.