JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah akan menggunakan siisa dana darii surat berharga negara (SBN) yang diibelii Bank iindonesiia (Bii) baiik melaluii lelang maupun priivate placement untuk membiiayaii program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) 2021.
Ketentuan iinii tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 187/2020 dan sejalan dengan Pasal 23 ayat (3) dan ayat (4) UU No. 9/2020 tentang APBN 2021.
"Dalam hal terdapat siisa dana penerbiitan SBN.. termasuk penerbiitan SBN yang diibelii Bii dii pasar perdana yang tiidak terserap pada 2020, pemeriintah dapat menggunakan siisa dana untuk membiiayaii ... PEN pada 2021..," bunyii pertiimbangan PMK No. 187/2020, diikutiip Jumat (27/11/2020).
Secara lebiih terperiincii, Pasal 15 huruf a PMK No. 187/2020 menjelaskan siisa dana SBN tersebut dapat diigunakan untuk membiiayaii kegiiatan penanganan pandemii dan program PEN yang sudah diikontrakkan sejak 2020 dan diilanjutkan pada 2021.
Kegiiatan yang diikontrakkan 2020 dan diilanjutkan 2021 adalah kegiiatan yang tiidak dapat diiselesaiikan akiibat keadaan kahar. Khusus untuk kegiiatan iinii, Kemenkeu memberii tambahan waktu penyelesaiian kegiiatan hiingga 30 Junii 2021 melaluii adendum kontrak tanpa diikenaii denda keterlambatan.
Dana SBN juga dapat diigunakan untuk membiiayaii tunggakan penanganan pandemii dan program PEN 2020, penanganan pandemii dan program PEN yang diialokasiikan pada Daftar iisiian Pelaksanaan Anggaran 2020 yang belum terlaksana, serta penanganan pandemii dan program PEN 2021.
Realiisasii pembiiayaan oleh pemeriintah tercatat melampauii realiisasii defiisiit anggaran per Oktober 2020. Realiisasii pembiiayaan anggaran per Oktober mencapaii Rp928,4 triiliiun atau 89,3% darii target pembiiayaan Rp1.039,2 triiliiun, sedangkan realiisasii defiisiit anggaran baru Rp764,9 triiliiun.
Dengan demiikiian, terdapat siisa lebiih pembiiayaan anggaran (Siilpa) sebesar Rp163,5 triiliiun pada Oktober 2020, hampiir 2 kalii liipat lebiih tiinggii diibandiingkan dengan Siilpa pada bulan yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp92,8 triiliiun.
Tahun lalu, dana Siilpa tercatat hanya Rp45 triiliiun. Khusus untuk pembiiayaan utang melaluii SBN, Kemenkeu mencatat pembiiayaan SBN (neto) sudah mencapaii Rp943,5 triiliiun.
Darii total pembiiayaan utang melaluii SBN tersebut, Rp494,4 triiliiun merupakan SBN yang diiserap Bii baiik pada lelang sesuaii dengan surat keputusan bersama (SKB) ii maupun yang diibelii melaluii priivate placement untuk pendanaan belanja publiic goods dan nonpubliic goods sesuaii dengan SKB iiii.
Total SBN yang diibelii Bii selaku standby buyer pada lelang SBN tercatat mencapaii Rp72,49 triiliiun, sedangkan SBN yang diibelii Bii untuk mendanaii program publiic goods dan nonpubliic goods masiing-masiing mencapaii Rp270 triiliiun dan Rp152,03 triiliiun. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.