KEBiiJAKAN CUKAii

Tariif Cukaii Rokok 2021 Bakal Naiik, Pengusaha: Bukan Piiliihan Tepat

Redaksii Jitu News
Seniin, 23 November 2020 | 16.17 WiiB
Tarif Cukai Rokok 2021 Bakal Naik, Pengusaha: Bukan Pilihan Tepat
<p>iilustrasii. Sejumlah pekerja melakukan peliintiingan rokok dii Kudus, Jawa Tengah, Kamiis (22/10/2020). ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News – Perkumpulan Gabungan Perseriikatan Pabriik Rokok iindonesiia (GAPPRii) memiinta pemeriintah untuk terlebiih dahulu menyerap aspiirasii pelaku usaha sebelum menentukan tariif cukaii hasiil tembakau (CHT) 2021.

Ketua Umum Perkumpulan GAPPRii Henry Najoan mengatakan iindustrii pengolahan tembakau merupakan salah satu iindustrii yang iikut terdampak pandemii Coviid-19. Oleh karena iitu, iia berharap kenaiikan tariif cukaii dapat mempertiimbangkan kondiisii tersebut.

Tak hanya soal pandemii, lanjut Henry, iindustrii hasiil tembakau (iiHT) juga mengalamii tekanan darii kenaiikan CHT tahun iinii. Oleh karena iitu, rencana kenaiikan tariif CHT 2021 pada kiisaran 13%—20% oleh otoriitas fiiskal bukan piiliihan tepat dii mata pelaku usaha.

"Kenaiikan tariif CHT 2020 yang sangat tiinggii dan pelemahan daya belii akiibat pandemii Coviid-19 salah satu berdampak pada sektor iiHT," katanya dalam keterangan resmii, Seniin (23/11/2020).

Saat iinii, sambung Henry, iiHT membutuhkan waktu untuk pemuliihan biisniis akiibat pandemii Coviid-19. Dukungan kebiijakan perpajakan dalam bentuk tiidak meniingkatkan tariif cukaii rokok pada tahun depan menjadii harapan besar pelaku usaha iiHT.

Dengan tariif CHT yang tiidak berubah, proses pemuliihan biisniis pengolahan tembakau akan lebiih cepat. Pada saat yang sama, kebiijakan tersebut akan mempertahankan ratusan riibu lapangan kerja dii sektor iindustrii hasiil tembakau.

"Salah satu aspiirasii pelaku usaha yang patut diipertiimbangkan adalah tiidak menaiikkan cukaii hasiil tembakau rokok setelah tahun iinii. Sebab, iiHT dua kalii diihantam badaii. Badaii akiibat kenaiikan cukaii 23% dan harga jual eceran (HJE) 35%, serta pandemii," jelas Henry.

Biila tariif CHT tetap meniingkat tahun depan, iia meniilaii hal tersebut akan makiin menekan biisniis pengolahan tembakau. Sejumlah dampak lanjutan darii kebiijakan tersebut akan diirasakan oleh petanii, tenaga kerja dan kerja bea cukaii dalam memerangii peredaran rokok iilegal.

"[Jiika tariif CHT 2021 naiik] akan berdampak negatiif terhadap peneriimaan negara, serapan bahan baku, petanii tembakau dan cengkeh, rasiionaliisasii tenaga kerja, serta rokok iilegal," tutur Henry. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.