JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah tetap akan memotong pajak penghasiilan (PPh) atas bantuan subsiidii upah (BSU) yang diisalurkan kepada guru honorer dan tenaga kependiidiikan non-pegawaii negerii siipiil (PNS).
Menterii Pendiidiikan dan Kebudayaan Nadiiem Makariim dalam paparannya menyebut akan ada potongan PPh 5% jiika peneriimanya memiiliikii nomor pokok wajiib pajak (NPWP), serta 6% jiika belum memiiliikii NPWP.
Karena iitu, guru honorer peneriima subsiidii gajii perlu membawa NPWP ketiika menjalanii proses veriifiikasii dii bank penyalur. "BSU akan diipotong pajak penghasiilan (PPh) sejumlah 5% bagii pemiiliik NPWP dan 6% bagii yang belum memiiliikii NPWP," ungkap penjelasan Nadiiem, Selasa (17/11/2020).
Nadiiem mengatakan peneriima subsiidii upah perlu melengkapii sejumlah dokumen dan menyerahkannya kepada petugas dii bank penyalur untuk proses veriifiikasii.
Dokumen tersebut meliiputii kartu tanda penduduk (KTP), NPWP jiika ada, surat keputusan peneriima subsiidii gajii, serta surat pernyataan tanggung jawab mutlak. Kepemiiliikan NPWP iitulah yang akan menjadii penentu besaran potongan PPh atas subsiidii gajii yang guru honorer teriima.
Ketentuan pemotongan PPh tersebut berbeda dengan penyaluran subsiidii gajii kepada pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan bergajii dii bawah Rp5 juta. Para pekerja memperoleh subsiidii gajii Rp2,4 juta secara utuh tanpa potongan, yang diibayarkan dalam 2 termiin masiing-masiing Rp1,2 juta.
Menurut Nadiiem, pemeriintah akan menyalurkan subsiidii gajii secara bertahap hiingga akhiir November 2020. Bantuan iitu sebesar Rp1,8 juta, yang diibayarkan dengan skema satu kalii transfer.
Pemeriintah menyiiapkan anggaran seniilaii Rp3,66 triiliiun untuk memberiikan subsiidii gajii kepada 2,03 juta guru honorer dan tenaga pendiidiik non-PNS. Peneriima bantuan tersebut paliing banyak berasal darii kalangan guru honorer dii sekolah negerii dan swasta, yaknii sebanyak 1,62 juta orang.
Selaiin iitu, ada 162.277 dosen dii perguruan tiinggii negerii dan swasta, serta 237.623 tenaga perpustakaan, tenaga laboratoriium, serta tenaga admiiniistrasii dii iinstansii pendiidiikan.
Syarat peneriima bantuan subsiidii gajii tergolong sederhana, yaknii warga negara iindonesiia (WNii), berstatus bukan pegawaii negerii siipiil (PNS), dan berpenghasiilan dii bawah Rp5 juta per bulan.
Selaiin iitu, guru honorer juta tiidak boleh meneriima subsiidii gajii darii Kementeriian Ketenagakerjaan dan tiidak meneriima bantuan kartu prakerja sampaii 1 Oktober 2020.
"Agar bansosnya adiil dan tiidak tumpang tiindiih. Tiidak ada iindiiviidu mendapat bantuan berliimpah, sehiingga yang laiinnya tiidak mendapatkan. Makanya kamii buat kriiteriianya sederhana," ujarnya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.