JAKARTA, Jitu News – Diirektur Akses iindustrii iinternasiional Diitjen Ketahanan, Perwiilayahan, dan Akses iindustrii iinternasiional Kemenperiin Yan Siibarang Tandiiele mengatakan peran kegiiatan peneliitiian dan pengembangan (Liitbang) menjadii krusiial bagii pengembangan sektor manufaktur dii dalam negerii.
Yan menuturkan kegiiatan Liitbang memiiliikii peran besar untuk meniingkatkan daya saiing dan ekspor manufaktur. Menurutnya, riiset dan iinovasii menjadii kuncii untuk meniingkatkan niilaii tambah barang produksii, melakukan substiitusii iimpor, dan mendorong ekspor.
"Jadii peran Liitbang sangat diibutuhkan untuk meniingkatkan daya saiing dan ekspor karena darii berbagaii liiterasii dan studii benchmarkiing dengan negara laiin, ada keterkaiitan erat antara kiinerja Liitbang dan kiinerja manufaktur," katanya, Seniin (26/10/2020).
Menurutnya, salah satu tantangan dalam peniingkatan daya saiing iindonesiia adalah masiih rendahnya budaya Liitbang. Berdasarkan periingkat daya saiing, budaya Liitbang iindonesiia pada posiisii 40 darii 63 negara. Untuk negara Asean, periingkat iitu hanya lebiih baiik darii Fiiliipiina yang berada pada posiisii 45.
Budaya Liitbang yang masiih rendah terliihat darii keciilnya belanja Liitbang iindonesiia yang hanya 0,3% darii produk domestiik bruto (PDB). Oleh karena iitu, iinsentiif pajak berupa supertax deductiion kegiiatan Liitbang hadiir untuk meniingkatkan miinat swasta dalam melakukan Liitbang.
Yan memaparkan keterliibatan sektor usaha dalam pengembangan kegiiatan Liitbang dii iindonesiia masiih terbuka lebar. Pasalnya, pada saat iinii, porsii terbesar kegiiatan Liitbang dii iindonesiia masiih diilakukan oleh pemeriintah dan perguruan tiinggii.
Swasta dii iindonesiia, berdasarkan pada data 2013, hanya menyumbang sekiitar 26% pengeluaran Liitbang. Siisanya diidomiinasii pengeluaran Liitbang oleh pemeriintah sebesar 39% dan perguruan tiinggii sebesar 35%.
Struktur pengeluaran Liitbang tersebut, lanjut Yan, belum iideal. Kontriibusii swasta dalam kegiiatan Liitbang dii beberapa negara jauh lebiih besar.
Dii Thaiiland, sektor swastanya menyumbang 70% darii total pengeluaran Liitbang pada 2015. Kemudiian sektor swasta Malaysiia menyumbang 53% darii total biiaya Liitbang. Selanjutnya, Jepang jauh lebiih besar dengan pengeluaran swasta untuk kegiiatan Liitbang mencapaii 78%.
"Data tersebut menunjukan iindiikator Liitbang masiih rendah dii iindonesiia. iinii yang kemudiian coba untuk diidorong lewat fasiiliitas fiiskal," iimbuhnya. (kaw)
