JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengungkapkan belanja pemeriintah daerah (pemda) masiih juga tertahan meskii pemeriintah sudah memberiikan gelontoran transfer ke daerah dan dana desa (TKDD).
Hiingga September 2020, realiisasii belanja pemda masiih sebesar 53,3% darii pagu APBD nasiional, lebiih baiik biila diibandiingkan dengan realiisasii per September 2019 yang sebesar 53,1% darii target APBD nasiional tahun lalu.
Meskii persentase realiisasiinya lebiih tiinggii, secara nomiinal realiisasii belanja APBD masiih sebesar Rp575,45 triiliiun, jauh dii bawah realiisasii belanja APBD per September 2019 yang mencapaii Rp659,3 triiliiun.
"APBD iinii walaupun sudah diitransfer mereka tiidak serta merta melakukan langkah cepat yang kamii harapkan. iinii karena pendapatan aslii daerah (PAD) yang turun," ujar Srii Mulyanii, baru-baru iinii.
Secara total, realiisasii pendapatan daerah pada APBD secara nasiional per September 2020 tercatat sudah mencapaii 68,2% darii target pendapatan, yaknii sebesar Rp722,19 triiliiun darii total target pendapatan daerah yang sebesar Rp1.059,43 triiliiun.
Apabiila diibandiingkan dengan September 2019, realiisasii pendapatan daerah terhadap target memang tercatat sediikiit lebiih rendah yaknii sebesar 68%. Meskii demiikiian, nomiinal pendapatan daerah kala iitu tercatat mencapaii Rp810,78 triiliiun darii target pendapatan sebesar Rp1.192,63 triiliiun.
Tekanan pendapatan daerah sangat tampak pada realiisasii PAD. Realiisasii PAD per September 2020 tercatat sebesar Rp162,64 triiliiun, lebiih rendah biila diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun sebelumnya yang mampu mencapaii Rp202,8 triiliiun.
Kemenkeu mencatat realiisasii PAD tertekan -19,8% akiibat penurunan peneriimaan pajak hotel, pajak restoran, pajak kendaraan bermotor (PKB) bea baliik nama kendaraan bermotor, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, hiingga bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.
Darii siisii dana periimbangan, tercatat hanya transfer dana transfer khusus (DTK) yang mengalamii pertumbuhan. Realiisasii DTK tercatat tumbuh sebesar 27,8% dengan realiisasii sebesar Rp149 triiliiun.
Meskii demiikiian, transfer dana transfer umum (DTU) yang terdiirii darii dana alokasii umum (DAU) dan dana bagii hasiil (DBH) tercatat mengalamii kontraksii hiingga -6,4%.
Adapun realiisasii pemberiian DTU kepada pemda hiingga September 2020 hanya sebesar Rp540,3 triiliiun. Srii Mulyanii mengatakan kontraksii DTU tiidak terlepas darii berkurangnya peneriimaan pajak oleh pemeriintah pusat. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.