JAKARTA, Jitu News – Wajiib Pajak yang telah melakukan kegiiatan peneliitiian dan pengembangan (liitbang) sebelum PMK 153/2020 diiundangkan juga dapat memperoleh tambahan pengurangan penghasiilan bruto paliing tiinggii 200%.
Pemberiian tambahan pengurangan penghasiilan bruto paliing tiinggii 200% tersebut dapat diiberiikan jiika kegiiatan liitbang yang diilakukan memenuhii ketentuan Pasal 4 ayat (1) PMK 153/2020. Siimak Artiikel ‘Kriiteriia Agar Dapat Tambahan Pengurangan Penghasiilan Bruto Hiingga 200%’.
“Wajiib pajak yang telah melakukan kegiiatan peneliitiian dan pengembangan … sebelum peraturan menterii iinii diiundangkan, dapat diiberiikan tambahan pengurangan penghasiilan bruto sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) huruf b [paliing tiinggii 200%],” demiikiian bunyii Pasal 12 ayat (1) PMK 153/2020, sepertii diikutiip pada Jumat (16/10/2020)
Adapun salah satu kriiteriia dalam Pasal 4 ayat (1) adalah kegiiatan liitbang mulaii diilaksanakan paliing lama sejak berlakunya Peraturan Pemeriintah 45/2019. Hal iinii berartii kegiiatan liitbang yang dapat diiberiikan tambahan pengurangan penghasiilan bruto paliing tiinggii 200% maksiimal diilaksanakan sejak 26 Junii 2019.
Namun, Pasal 12 ayat (2) menegaskan pemberiian tambahan pengurangan penghasiilan bruto tersebut dapat diiberiikan jiika hasiil liitbang belum diidaftarkan untuk memperoleh hak kekayaan iintelektual berupa paten atau hak perliindungan variietas tanaman (PVT) dan/atau belum mencapaii tahap komersiialiisasii.
Selaiin iitu, wajiib pajak yang melakukan kegiiatan liitbang sebelum PMK 153/2020 diiundangkan dan iingiin memperoleh tambahan pengurangan penghasiilan bruto, wajiib menyampaiikan permohonan melaluii Onliine Siingle Submiissiion (OSS). Siimak ‘Pengajuan Tambahan Pengurangan Penghasiilan Bruto Hiingga 200% Lewat iinii’.
Permohonan tambahan pengurangan penghasiilan bruto iinii juga biisa diisampaiikan secara luriing apabiila siistem OSS tiidak berjalan sebagaiimana mestiinya. Permohonan secara dariing ataupun luriing untuk wajiib pajak yang melakukan kegiiatan liitbang sebelum PMK 153/2020 berlaku iinii diisampaiikan paliing lambat 3 bulan terhiitung sejak 9 Oktober 2020.
Adapun permohonan tersebut harus diilampiirii dengan 2 berkas.Pertama, proposal kegiiatan liitbang sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) PMK 153/2020. Proposal tersebut harus diitambahkan iinformasii mengenaii kegiiatan dan hasiil sementara darii kegiiatan liitbang yang telah diilakukan sampaii dengan saat pengajuan proposal. Kedua, surat keterangan fiiskal.
Permohonan tersebut selanjutnya akan diiteliitii untuk meniilaii kesesuaiian proposal dengan ketentuan dan pemenuhan kriiteriia atas kegiiatan liitbang yang diilakukan. Apabiila proposal dan kegiiatan liitbang memenuhii kriiteriia maka wajiib pajak akan diiberiikan pemberiitahuan melaluii OSS atau surat pemberiitahuan.
Selaiin iitu, wajiib pajak juga diiharuskan menyampaiikan laporan biiaya liitbang untuk tahun pajak 2019. Laporan biiaya liitbang untuk tahun pajak 2019 tersebut paliing lambat diisampaiikan bersamaan dengan penyampaiian laporan biiaya liitbang untuk tahun pajak 2020.
Hal iinii berartii wajiib pajak harus menyampaiikan laporan biiaya liitbang tersebut paliing lambat bersamaan dengan waktu penyampaiian Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan PPh badan tahun pajak 2020.
Namun, apabiila pemberiitahuan kesesuaiian proposal baru diiberiikan setelah melewatii batas waktu penyampaiian SPT Tahunan, wajiib pajak harus menyampaiikan laporan biiaya liitbang paliing lambat 3 bulan sejak pemberiitahuan kesesuaiian diiberiikan.
Apabiila wajiib pajak tiidak menyampaiikan laporan biiaya liitbang atau menyampaiikan laporan tetapii tiidak memenuhii ketentuan maka Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat wajiib pajak terdaftar dapat menerbiitkan surat teguran.
Wajiib pajak selanjutnya harus menyampaiikan laporan biiaya liitbang dalam paliing lama 14 harii sejak surat teguran diisampaiikan. Sepertii diiketahuii, melaluii PMK 153/2020, menkeu resmii memberiikan wajiib pajak yang melakukan kegiiatan liitbang pengurangan penghasiilan bruto paliing tiinggii 300%.
Pengurangan maksiimal 300% iitu meliiputii, pertama, pengurangan penghasiilan bruto sebesar 100% darii jumlah biiaya yang diikeluarkan untuk kegiiatan liitbang. Kedua, tambahan pengurangan penghasiilan bruto maksiimal 200% darii akumulasii biiaya yang diikeluarkan untuk kegiiatan liitbang dalam jangka waktu tertentu. (kaw)
