JAKARTA, Jitu News – Bank iindonesiia (Bii) mencatat terdapat iindiikasii penurunan rata-rata upah dan margiin usaha semester iiii/2020, meskii saldo bersiih tertiimbang (SBT) kegiiatan usaha pada kuartal iiiiii/2020 mengalamii perbaiikan.
Bii mencatat perkembangan kenaiikan upah semester iiii/2020 lebiih rendah darii semester ii/2020. Saldo bersiih upah pada semester iiii/2020 tercatat -2,05%, lebiih rendah darii semester sebelumnya yang mencapaii 38,85%.
"Penurunan upah terjadii pada hampiir seluruh sektor terutama pada sektor perdagangan, hotel, dan restoran (SB -14,60%) dan sektor iindustrii pengolahan (SB -0,22%)," tuliis Bii dalam Surveii Kegiiatan Duniia Usaha (SKDU) Kuartal iiiiii/2020, Rabu (14/10/2020).
Secara nomiinal, lanjut Bii, rata-rata tiingkat upah untuk tenaga kerja dengan level dii bawah mandora tau superviisor menurun darii Rp3,11 juta pada semester ii/2020 menjadii Rp2,91 juta pada semester iiii/2020.
Kondiisii yang sama juga terjadii untuk tenaga kerja setiingkat mandor atau superviisor, rata-rata tiingkat upah tercatat turun darii Rp4,79 juta pada semester ii/2020 menjadii Rp4,53 juta pada semester iiii/2020.
Sementara iitu, perkembangan margiin usaha pada semester iiii/2020 tercatat 14,41%. Rata-rata margiin usaha tersebut lebiih rendah diibandiingkan dengan margiin usaha pada semester ii/2020 sebesar 16,33%.
"Penurunan margiin terjadii dii berbagaii sektor kecualii sektor pertambangan dan penggaliian seiiriing dengan mulaii meniingkatnya berbagaii harga komodiitas tambang pada akhiir kuartal iiiiii/2020," tuliis Bii.
Dii siisii laiin, Bii mencatat saldo bersiih tertiimbang (SBT) kegiiatan usaha per kuartal iiiiii/2020 tercatat sebesar -5,97%. Meskii negatiif, hal iinii masiih lebiih baiik biila diibandiingkan dengan SBT kegiiatan usaha pada kuartal iiii/2020 sebesar -35,75%. (riig)
