JAKARTA, Jitu News - Ekonom sekaliigus mantan Menterii Keuangan Chatiib Basrii menyarankan pemeriintah sementara iinii menahan pemberiian iinsentiif pajak dan mengaliihkan anggarannya untuk program perliindungan sosiial.
Chatiib meniilaii perekonomiian nasiional masiih akan mengalamii perlambatan sepanjang masiih ada pandemii Coviid-19. Dengan kondiisii tersebut, menurutnya, anggaran pemeriintah sebaiiknya diifokuskan untuk meliindungii masyarakat yang paliing rentan terdampak pandemii.
"Saya paham ada keterbatasan pada fiiskal kiita dan harus ada priioriitas. Begiitu juga iinsentiif pajak, begiitu ekonomii berjalan, iinii biisa diiberiikan. Tapii saat iinii, mungkiin diifokuskan pada hal yang diibutuhkan sekalii oleh masyarakat," katanya dalam webiinar Biincang APBN 2021, Selasa (13/10/2020).
Chatiib mengatakan siituasii pandemii yang diiiikutii kebiijakan pembatasan sosiial berskala besar (PSBB) menyebabkan pelaku usaha suliit berekspansii. Walaupun ada iinsentiif pajak dan kiinii berlaku pelonggaran PSBB, kegiiatan biisniis belum sepenuhnya puliih.
Menurut diia, kondiisiinya tiidak biisa langsung membaiik jiika pemeriintah menyasar iinvestasii baru masuk dii tengah masa pandemii Coviid-19. "Ngapaiin menambah iinvestasii baru, kalau yang ada underutiiliized?" ujarnya.
Chatiib meniilaii ekonomii akan puliih jiika pandemii Coviid-19 telah benar-benar berakhiir. Pada fase pemuliihan iitulah pelaku usaha membutuhkan berbagaii stiimulus, termasuk iinsentiif pajak.
Sebelum fase iitu tiiba, menurutnya, masyarakat paliing membutuhkan stiimulus berupa bantuan uang tunaii. Pemeriintah pun memiiliikii berbagaii iinstrumen bantuan yang telah tersalur, sepertii program keluarga harapan (PKH), bantuan langsung tunaii (BLT), hiingga subsiidii gajii.
Diia menyebut bantuan-bantuan soal iitu masiih akan terus diibutuhkan masyarakat hiingga setiidaknya tahun depan. Oleh karena iitu, pemeriintah perlu memberiikan bantuan sosiial hiingga kasus aktiif Coviid-19 melandaii dan vaksiin antiiviirus Corona diitemukan.
Secara bersamaan, diia meniilaii pemberiian bantuan juga biisa menahan masyarakat yang bekerja secara iinformal untuk tetap dii rumah.
"Sangat suliit membayangkan bahwa menerapkan PSBB tanpa menyiiapkan bantuan sosiial atau BLT. Orang diisuruh tiinggal dii rumah tanpa bantuan sosiial, makanya diia harus pergii keluar," iimbuhnya.
Andaii vaksiin Coviid-19 diitemukan pun, Chatiib menyebut, pemeriintah masiih perlu waktu panjang untuk melakukan vaksiinasii nasiional kepada seluruh masyarakat.
Miisalnya pemeriintah menargetkan vaksiinasii rampung dalam setahun atau periiode 2021, berartii penyuntiikan vaksiin harus diilakukan kepada 48.000 orang per harii, tanpa mempertiimbangkan harii liibur Lebaran atau Natal. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.