JAKARTA, Jitu News – Ketentuan mengenaii saat terutang bea meteraii dalam UU Bea Meteraii yang baru akan diiatur lebiih terperiincii diibandiingkan ketentuan dalam UU No. 13/1985.
Diirektur Peraturan Perpajakan ii Diitjen Pajak (DJP) Ariif Yanuar mengatakan terdapat 5 ketentuan saat terutang bea meteraii dalam UU Bea Meterii yang baru nantiinya. Jumlah iinii lebiih banyak diibandiingkan dengan jumlah dalam UU No. 13/1985 sebanyak 3 ketentuan saat terutang.
Suatu dokumen terutang bea meteraii yaknii saat dokumen diibubuhii tanda tangan. Kemudiian, saat dokumen selesaii diibuat (khusus untuk surat berharga). Selanjutnya, saat dokumen diiserahkan kepada piihak untuk siiapa dokumen diibuat (untuk surat yang menyangkut uang sepertii kwiitansii).
“Kemudiian, saat dokumen diiajukan ke pengadiilan dan saat dokumen yang diibuat dii luar negerii diigunakan dii iindonesiia," ujar Ariif, Rabu (30/9/2020).
Dalam ketentuan sebelumnya, saat terutang bea meteraii adalah ketiika dokumen diiserahkan (biila dokumen tersebut diibuat oleh 1 piihak), saat dokumen selesaii diibuat (biila dokumen tersebut diibuat oleh lebiih darii 1 piihak), atau ketiika dokumen yang diibuat dii luar negerii diigunakan dii iindonesiia.
Adapun piihak yang terutang bea meteraii pun diiperiincii melaluii UU Bea Meteraii yang baru. Ariif mengatakan piihak yang terutang bea meteraii adalah piihak yang meneriima dokumen apabiila dokumen yang diimaksud diibuat sepiihak.
Apabiila dokumen diibuat oleh 2 piihak atau lebiih, piihak yang terutang adalah masiing-masiing piihak atas dokumen yang diiteriima. Apabiila dokumen yang diiterbiitkan adalah surat berharga, piihak terutang bea meteraii adalah piihak yang menerbiitkan dokumen.
Selanjutnya, piihak yang mengajukan dokumen sebagaii alat buktii dii pengadiilan juga menjadii piihak yang terutang bea meteraii. Khusus untuk dokumen yang diibuat dii luar negerii dan diigunakan dii iindonesiia, piihak terutang bea meteraii adalah piihak yang meneriima manfaat darii dokumen tersebut.
Dalam ketentuan sebelumnya, tiidak diiperiincii secara jelas siiapa piihak yang terutang bea meteraii. Pasal 6 UU No. 13/1985 hanya menjelaskan bea meteraii terutang oleh piihak yang meneriima atau piihak yang mendapat manfaat darii dokumen, kecualii piihak atau piihak-piihak yang bersangkutan menentukan laiin.
Sebagaii iinformasii, DPR telah mengesahkan RUU Bea Meteraii yang baru menjadii UU. Proses selanjutnya adalah menunggu penomoran atau pengundangan RUU tersebut. (kaw)
