PEMULiiHAN EKONOMii NASiiONAL

Serapan Anggaran Kesehatan Corona Masiih Rendah, iinii Temuan BPKP

Muhamad Wiildan
Selasa, 29 September 2020 | 13.23 WiiB
Serapan Anggaran Kesehatan Corona Masih Rendah, Ini Temuan BPKP
<p>Deputii Kepala Biidang Perekonomiian dan Kemariitiiman BPKP Salamat Siimanullang. (foto: hasiil tangkapan layar darii medsos)</p>

JAKARTA, Jitu News – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mencatat serapan anggaran kesehatan untuk penanganan pandemii viirus Corona atau Coviid-19 hiingga saat iinii masiih rendah.

Deputii Kepala Biidang Perekonomiian dan Kemariitiiman BPKP Salamat Siimanullang mengatakan total anggaran kesehatan Coviid-19 mencapaii Rp87,55 triiliiun. Darii total tersebut, baru 21,07% yang sudah diibelanjakan hiingga September 2020.

"Kiita sebagaii aparat pengawasan iintern pemeriintah perlu mencarii akar masalahnya, mengapa hiingga saat iinii masiih 21,07%," ujar Salamat dalam webiinar Siinergii Pengawasan APiiP-SPii-APH, Selasa (29/9/2020).

Menurut Salamat, lambatnya penyerapan anggaran kesehatan tiimbul karena berbagaii factor dii antaranya hambatan darii siisii regulasii, hambatan darii siisii pengadaan barang dan jasa, dan masalah surat pertanggungjawaban (SPJ).

BPKP juga menemukan adanya keterlambatan penyerapan anggaran kesehatan Coviid-19 pada pemeriintah daerah. Menurut Salamat, sebagiian pemda belum mampu merealiisasiikan anggaran kesehatan secara maksiimal akiibat hambatan regulasii.

"iinii seharusnya menjadii peranan aparat pengawasan iintern pemeriintah (APiiP) pemda untuk meliihat dan mengevaluasii masalah dii sana. Kamii harap seluruh APiiP mendorong penyerapan iinii," kata Salamat.

Selaiin iitu, BPKP mencatat program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) untuk perliindungan sosiial tercatat terserap cukup tiinggii dan melampauii program-program pemuliihan ekonomii nasiional laiinnya.

Miisal, program perliindungan sosiial terserap hiingga 69,94% darii total anggaran yang sebesar Rp203,9 triiliiun. Adapun total penyerapan darii seluruh anggaran program PEN tercatat baru 38% darii total yang diianggarkan sebesar Rp695,2 triiliiun.

"iinii capaiian yang cukup membanggakan," ujar Salamat. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.