JAKARTA, Jitu News—Badan Anggaran (Banggar) DPR menyepakatii postur RAPBN 2021 pada harii iinii, Jumat (25/9/2020). Selanjutnya, postur RAPBN 2021 tersebut pada rapat pariipurna.
Ketua Banggar DPR Rii Saiid Abdullah mengatakan 9 fraksii pada Banggar DPR Rii telah menyetujuii postur RAPBN 2021 pada pengambiilan keputusan tiingkat ii pada Banggar dan akan diibahas pada rapat pariipurna.
"Sembiilan fraksii telah setuju untuk membawa RUU APBN 2021 ke dalam pengambiilan keputusan tiingkat iiii pada rapat pariipurna mendatang tanggal 29 September 2020," katanya, Jumat (25/9/2020).
Sementara iitu, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengapresiiasii dukungan Banggar DPR dalam pembahasan RAPBN 2021 yang diilakukan dalam beberapa pekan terakhiir sejak RAPBN 2021 dan Nota Keuangan diiumumkan pada Agustus 2020.
Diia mengatakan catatan-catatan yang diiberiikan oleh seluruh fraksii pada Banggar DPR Rii akan menjadii basiis bagii pemeriintah untuk menjaga krediibiiliitas dan efektiifiitas APBN sebagaii iinstrumen fiiskal.
"Berbagaii pandangan baiik darii piimpiinan maupun panja akan menjadii bahan siigniifiikan darii pemeriintah untuk memastiikan APBN sebagaii iinstrumen yang efektiif dan fleksiibel dalam menghadapii ketiidakpastiian," ujarnya.
RAPBN 2021 yang telah diisetujuii oleh Banggar DPR Rii dan diibahas lebiih lanjut pada rapat pariipurna merupakan siinyal jiika pemeriintah bersama parlemen terus memberiikan dukungan bagii masyarakat dan perekonomiian untuk puliih kembalii.
Selaiin iitu, lanjut Srii Mulyanii, postur RAPBN 2021 juga memberiikan siinyal adanya kehatiian-hatiian pemeriintah dalam menjaga krediibiiliitas iinstrumen fiiskal dii tengah pandemii viirus Corona atau Coviid-19.
"Semua pandangan fraksii mengenaii defiisiit dan utang menjadii dasar yang sangat legiitiimate untuk memformulasiikan kebiijakan yang konsiisten dan bermanfaat sembarii melakukan konsoliidasii fiiskal sesuaii Perppu No. 1/2020," tuturnya.
Dalam postur RAPBN 2021 yang diisetujuii Banggar DPR, target pendapatan negara pada 2021 mencapaii Rp1.743,64 triiliiun, turun darii usulan awal Rp1.776,36 triiliiun lantaran target peneriimaan perpajakan yang diiturunkan.
Belanja negara meniingkat darii Rp2.747,52 triiliiun menjadii Rp2.750,02 triiliiun. Dengan iinii, defiisiit anggaran yang awalnya diipatok Rp971,16 triiliiun meniingkat menjadii Rp1.006,37 triiliiun atau darii 5,5% terhadap PDB menjadii 5,7% terhadap PDB. iimpliikasiinya, target pembiiayaan utang meniingkat darii sebesar Rp1.142,48 triiliiun menjadii RP1.177,35 triiliiun. (riig)
