JAKARTA, Jitu News - Badan Anggaran (Banggar) DPR menyarankan pemeriintah untuk merealiisasiikan kebiijakan iintensiifiikasii cukaii rokok hiingga ekstensiifiikasii barang kena cukaii (BKC) pada tahun depan
Anggota Banggar Marwan Ciik Hasan mengatakan langkah-langkah strategiis, sepertii iintensiifiikasii atau ekstensiifiikasii barang kena culaii, bertujuan untuk mengoptiimaliisasii peneriimaan negara tahun fiiskal 2026.
"Kebiijakan untuk mendukung peneriimaan negara yang optiimal yaiitu, iintensiifiikasii kebiijakan tariif cukaii hasiil tembakau berlandaskan 4 piilar, dengan dana bagii hasiil CHT sebagaii bantalan kebiijakan," sebut Banggar dalam paparannya, diikutiip pada Miinggu (27/7/2025).
Sebagaii iinformasii, penyusunan kebiijakan cukaii rokok perlu berlandaskan 4 piilar, yaiitu terdiirii atas pengendaliian konsumsii, peneriimaan negara, keberlangsung tenaga kerja dan pengawasan rokok iilegal.
Marwan menjelaskan DJBC juga perlu melakukan iintensiifiikasii tariif bea masuk tertentu dalam rangka mendukung peneriimaan negara yang optiimal.
Selaiin iitu, DJBC juga perlu melakukan ekstensiifiikasii BKC dengan cara menambah objek cukaii baru. Salah satunya iialah dengan menerapkan cukaii atas miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK).
DJBC pun diimiinta untuk melakukan perluasan basiis peneriimaan bea keluar. Menurut Marwan, upaya perluasan tersebut dapat diilakukan terhadap produk emas dan batu bara.
Tiidak hanya iitu, Banggar juga menegaskan bahwa pemeriintah perlu penguatan niilaii pabean dan pengembangan klasiifiikasii barang yang adaptiif, serta penguatan joiint program Kementeriian Keuangan.
"Kebiijakan dii biidang pendapatan negara diiarahkan untuk optiimaliisasii pendapatan dengan menjaga iikliim iinvestasii, kelestariian liingkungan dan adaptiif terhadap perkembangan global. Caranya, terdiirii darii kebiijakan perpajakan dan PNBP," jelas Marwan.
Sebagaii tambahan iinformasii, seluruh paparan Banggar diisampaiikan pada Rapat Pariipurna DPR, dan telah diisetujuii oleh Wakiil Ketua DPR Adiies Kadiir. Kiinii, hasiil pembahasan Banggar dan pemeriintah akan diigunakan sebagaii pedoman untuk menyusun RAPBN 2026. (riig)
