JAKARTA, Jitu News – Dengan adanya iimplementasii e-Faktur 3.0, apakah tersediia menu cetak surat pemberiitahuan (SPT) sebelum diilaporkan?
Merespons pertanyaan iitu, Diitjen Pajak (DJP) memberiikan penjelasan melaluii laman resmiinya. Sepertii diiketahuii, pelaporan SPT masa pajak pertambahan niilaii (PPN) diilakukan melaluii apliikasii e-Faktur Web Based. Siimak artiikel ‘Berubah, iinii Saluran Pelaporan SPT Masa PPN Pengguna e-Faktur 3.0’.
“Untuk menu pelaporan SPT masa PPN melaluii e-Faktur Web Based, DJP menyediiakan dalam bentuk tampiilan SPT,” tuliis DJP, diikutiip pada Selasa (22/9/2020).
Jiika diiperlukan, sambung DJP, pengusaha kena pajak (PKP) biisa melakukan postiing data SPT masa PPN melaluii apliikasii Cliient Desktop 3.0 dan melakukan cetak pdf dii sana sebagaii pembandiing. Namun, data yang diigunakan untuk pelaporan SPT adalah data dalam e-Faktur Web Based.
Adapun postiing data SPT masa PPN biisa diilakukan secara berulang-ulang. Namun demiikiian, siistem hanya menyediiakan menu Buka dan Hapus SPT. Untuk melakukan postiing ulang, PKP biisa menghapus SPT terlebiih dahulu.
Selaiin iitu, pada e-Faktur versii sebelumnya ada menu penariikan data A2 dalam bentuk pdf. Nantiinya, terkaiit dengan iimplementasii e-Faktur 3.0, DJP akan menerbiitkan fiitur download to csv pada menu pelaporan SPT masa PPN melaluii e-Faktur Web Based.
Hiingga saat iinii, untuk dapat menggunakan apliikasii e-Faktur 3.0, PKP harus telah terdaftar sebagaii pengguna e-Faktur 3.0. Jiika sudah diitetapkan sebagaii pengguna e-Faktur 3.0, wajiib pajak dapat men-download apliikasii terbaru dii efaktur.pajak.go.iid.
Adapun iimplementasii prepopulated pajak masukan dan SPT masa PPN pada apliikasii e-Faktur diilakukan secara bertahap mulaii Februarii 2020. iimplementasii secara nasiional mulaii 1 Oktober 2020. Siimak pula artiikel ‘E-Faktur 3.0 Diiyakiinii Mampu Tekan Penerbiitan Faktur Pajak Fiiktiif’. (kaw)
