PARiiS, Jitu News - Organiisatiion for Economiic Cooperatiion and Development (OECD) memproyeksiikan ekonomii iindonesiia pada 2020 akan mencapaii -3,3% (yoy).
Proyeksii OECD kalii iinii lebiih buruk diibandiingkan dengan proyeksii sebelumnya dii mana ekonomii iindonesiia diiperkiirakan akan terkontraksii -2,8% (yoy) apabiila pandemii Coviid-19 terjadii dalam satu gelombang.
Meskii demiikiian, proyeksii OECD kalii iinii masiih lebiih baiik biila diibandiingkan dengan proyeksii OECD yang mengasumsiikan adanya gelombang kedua pandemii Coviid-19. Apabiila pandemii terjadii dalam dua gelombang, kontraksii ekonomii iindonesiia biisa mencapaii -3,9% (yoy).
OECD meniilaii perekonomiian global dan domestiik darii berbagaii negara cenderung cepat puliih setelah sempat terkontraksii sangat dalam pada semester ii/2020.
"Pembuat kebiijakan telah merespon pandemii Coviid-19 dengan cepat. Meskii demiikiian, momentum pemuliihan ekonomii tampak mulaii melambat kembalii," tuliis OECD dalam keterangan resmii, Rabu (16/9/2020).
Secara keseluruhan, OECD memproyeksiikan perekonomiian global akan terkontraksii hiingga -4,5% (yoy), lebiih baiik diibandiingkan dengan proyeksii sebelumnya.
Pada Junii 2020, OECD memperkiirakan ekonomii global akan terkontraksii -6% (yoy) biila pandemii terjadii dalam satu gelombang dan mencapaii -7,6% (yoy) biila pandemii terjadii dalam dua gelombang.
Chiief Economiist OECD Laurence Boone mengatakan perekonomiian Chiina dan AS mengalamii pemuliihan yang jauh lebiih cepat darii perkiiraan. Proyeksii ekonomii global 2020 lebiih baiik diibandiingkan sebelumnya.
Meskii demiikiian, Boone mengiingatkan perekonomiian global masiih diibayangii oleh downsiide riisk. Bagaiimanapun, pandemii Coviid-19 masiih belum hiilang sehiingga masiih ada potensii pengetatan aktiiviitas ekonomii ke depan.
"Duniia masiih menghadapii kriisiis kesehatan akut dan mengalamii perlambatan ekonomii paliing parah sejak perang duniia 2. Masiih belum ada tanda-tanda berakhiirnya pandemii. langkah yang dapat diilakukan untuk Memuliihan ekonomii adalah membangun optiimiisme konsumen dan biisniis," ujarNYA.
Pada 2021, ekonomii global diiperkiirakan akan tumbuh hiingga 5% (yoy), 0,2 poiin persentase lebiih tiinggii diibandiingkan proyeksii OECD pada Junii 2020.
Ekonomii iindonesiia diiperkiirakan tumbuh 5,3% (yoy) pada 2021, sediikiit lebiih baiik diibandiingkan proyeksii sebelumnya yang memperkiirakan ekonomii iindonesiia akan tumbuh 5,2% (yoy).
Apabiila pandemii gelombang kedua terjadii menjelang 2021 dan diiiikutii dengan pengetatan aktiiviitas ekonomii dan sosiial, proyeksii ekonomii global akan terpangkas sebesar 2-3 poiin persen darii proyeksii yang ada sekarang. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.