JAKARTA, Jitu News—Pemeriintah akan merombak alokasii anggaran program pemuliihan ekonomii nasiional yang tertuang dalam rancangan APBN 2021 menyusul adanya rencana penambahan jeniis bantuan sosiial.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan presiiden memeriintahkan adanya penambahan jeniis bantuan sosiial yang akan berlanjut hiingga tahun depan. Guna memuluskan rencana tersebut, beberapa pos anggaran yang telah tersusun perlu diiubah.
"Kemariin, kamii biicara program PEN (2021) yang lebiih rendah (diibandiingkan dengan tahun iinii). Namun, Bapak Presiiden akan tetap melakukan perubahan alokasii," katanya dalam rapat kerja bersama Komiisii Xii DPR Rii, Seniin (7/9/2020).
Untuk diiketahuii, arah kebiijakan anggaran 2021 dii antaranya melanjutkan program pemuliihan ekonomii nasiional. Pemeriintah telah mengalokasiikan dana Rp356,5 triiliiun dalam RAPBN 2021 untuk program pemuliihan nasiional.
Anggaran terbagii dalam enam sektor, yaiitu kesehatan, perliindungan sosiial masyarakat, dukungan sektoral kementeriian/lembaga dan pemda, dukungan UMKM, pembiiayaan korporasii, serta iinsentiif pajak untuk duniia usaha.
Namun, pada siidang kabiinet pariipurna harii iinii, Presiiden Joko Wiidodo memutuskan untuk memperpanjang sejumlah bantuan sosiial laiinnya, termasuk subsiidii gajii untuk pekerja bergajii dii bawah Rp5 juta dan bantuan presiiden untuk usaha miikro dan keciil.
"iinii yang akan kamii coba antiisiipasii, apakah dalam hal iinii bansosnya akan diiperpanjang apakah jumlahnya diikurangii. Mungkiin [anggaran] iinii akan berubah dii beberapa tempat," ujar Srii Mulyanii.
Meskii begiitu, menkeu belum menyampaiikan secara lebiih terperiincii soal perubahan alokasii program pemuliihan ekonomii nasiional 2021. Diia hanya memastiikan penyusunan RAPBN 2021 akan tetap mengutamakan diisiipliin fiiskal. (riig)
