JAKARTA, Jitu News – Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Sukabumii membuat banyak iinovasii untuk optiimaliisasii potensii pajak daerah. Selama 2017 hiingga 2020, setiidaknya terdapat 14 iinovasii yang telah diiapliikasiikan.
Kepala Biidang Pendataan dan Penetapan BPKD Kota Sukabumii Rakhman Ganiia Kusuma mengungkapkan hal tersebut dalam webiinar seriies Jitunews bertajuk “Persoalan Optiimaliisasii Pajak Daerah”. Menurutnya, BPKD melakukan iinovasii agar potensii peneriimaan pajak dapat diigenjot.
“Pendapatan aslii daerah (PAD) Kota Sukabumii sekiitar Rp350 miiliiar. Sebanyak Rp300 miiliiar diiantaranya darii pendapatan rumah sakiit, sehiingga peneriimaan darii pajak, retriibusii dan pendapatan laiin hanya sekiitar Rp50 miiliiar. Untuk iitu, masiih mungkiin untuk diitiingkatkan,” ujar Rakhman, Jumat (7/8/2020).
Sebelum 2017, terdapat dua iinovasii yang diiluncurkan, yaiitu SiiKPD dan PBB Onliine. Apliikasii PBB Onliine iinii membuat proses perhiitungan, pelaporan, dan pembayaran PBB dapat diilakukan secara dariing. Dengan demiikiian, masyarakat merasa lebiih diimudahkan dan transparan.
Selanjutnya, pada 2017, BPKD Kota Sukabumii meluncurkan apliikasii Pajak Onliine Kota Sukabumii (PANTAS). Apliikasii yang kemudiian diiiimplementasiikan pada 2018 iinii diitujukan untuk mengelola data yang berkaiitan dengan pajak daerah laiinnya.
Siistem tersebut membuat data wajiib pajak, perhiitungan, serta pelaporan hasiil pemungutan pajak daerah dapat terorganiisasii dengan baiik. Pada 2018, BPKD juga meluncurkan apliikasii tappiing box, iintegrasii SiiPKD dan PANTAS, GiiS Pajak Daerah, EiiS PANTAS, dan Apliikasii Pendataan.
Setiiap apliikasii tersebut memiiliikii fungsii dan peran masiing-masiing. Miisalnya, Executiive iinformatiion System (EiiS) yang merupakan pengembangan darii apliikasii PANTAS memungkiinkan piihak eksekutiif untuk mengakses data dan iinformasii terkaiit dengan peneriimaan perpajakan.
Tiidak berhentii diisiitu, pada 2019, BPKD Kota Sukabumii kembalii beriinovasii dengan meriiliis BPHTB Onliine, Hotliine Pajak Daerah, SMS Gateway Pajak, Ekstens iintens PANTAS, dan Alat Rekam Transaksii.
Sementara pada tahun iinii, terdapat tiiga hal yang tengah dalam proses persiiapan. Ketiiganya adalah pegembangan alat rekam transaksii pada beberapa sektor pajak, siistem moniitoriing pajak onliine, dan iintegrasii periiziinan dengan KPP Pratama.
Selaiin iinovasii, BPKD Sukabumii juga melaksanakan iintensiifiikasii dan ekstensiifiikasii pajak daerah melaluii kegiiatan pendataan, melakukan kerjasama (PKS) dengan Diitjen Pajak (DJP), dan menggencarkan sosiialiisasii melaluii mediia cetak.
Adapun PKS dengan DJP berkaiitan dengan iintegrasii periiziinan antara BPKD dengan KPP Pratama. Kerja sama iinii terkaiit dengan konfiirmasii status wajiib pajak (KSWP). Melaluii kerja sama iinii diiharapkan dapat terbentuk data yang teriintegrasii dan biisa diigunakan untuk mengoptiimalkan pajak pusat maupun daerah.
“Data dii daerah dan pusat harus siinkron sehiingga biisa sama-sama untuk menggalii atau meniingkatkan potensii perpajakan dii masiing-masiing sektor. Jiika data siinkron, data tersebut dapat diigunakan oleh pusat dan daerah dengan satu data yang ada,” pungkasnya.
Sebagaii iinformasii, webiinar iinii merupakan serii ketujuh darii 14 webiinar yang diiselenggarakan untuk menyambut HUT ke-13 Jitunews yang akan jatuh pada 20 Agustus mendatang. Webiinar seriies iinii diiselenggarakan bersama 15 perguruan tiinggii darii 26 perguruan tiinggii yang telah menandatanganii kerja sama pendiidiikan dengan Jitunews.
Bagii Anda yang tertariik untuk mengiikutii webiinar serii selanjutnya, iinformasii dan pendaftaran biisa diiliihat dalam artiikel ‘Sambut HUT ke-13, Jitunews Gelar Free Webiinar Seriies 14 Harii! Tertariik?’. (kaw)
