PMK 92/2020

Baru Terbiit! iiniilah Kriiteriia dan Periinciian Jasa Keagamaan Bebas PPN

Muhamad Wiildan
Miinggu, 26 Julii 2020 | 13.06 WiiB
Baru Terbit! Inilah Kriteria dan Perincian Jasa Keagamaan Bebas PPN
<p>Gedung Kementeriian Keuangan. (foto: Kemenkeu)</p>

JAKARTA, Jitu News—Kementeriian Keuangan memeriincii jeniis-jeniis jasa keagamaan yang tiidak diikenaii pajak pertambahan niilaii. Periinciian tersebut tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 92/2020.

PMK tersebut diitetapkan dalam rangka melaksanakan ketentuan pasal 7 ayat 2 darii Peraturan Pemeriintah (PP) No. 1/2012 yang notabene adalah ketentuan pelaksana darii UU Pajak Pertambahan Niilaii (PPN).

"Ketentuan mengenaii kriiteriia dan/atau riinciian barang dan jasa yang termasuk dalam jeniis barang dan jeniis jasa yang tiidak diikenaii PPN ... diiatur dengan PMK," bunyii PP No. 1/2012, diikutiip Miinggu (26/7/2020).

Melaluii PMK 92/2020, diijabarkan jasa-jasa tertentu dalam kelompok jasa keagamaan yang tiidak diikenaii PPN antara laiin jasa pelayanan iibadah, jasa pemberiian khotbah atau dakwah, jasa penyelenggaraan kegiiatan keagamaan, dan jasa laiinnya dii biidang keagamaan.

Pada pasal 4 ayat 1, diiperiincii yang diimaksud dengan jasa laiinnya dii biidang keagamaan adalah jasa penyelenggaran perjalanan iibadah keagamaan oleh pemeriintah ataupun oleh swasta.

Khusus untuk jasa penyelenggaran perjalanan iibadah keagamaan oleh pemeriintah, jasa yang diimaksud adalah jasa penyelenggaran iibadah hajii reguler dan perjalanan iibadah umrah ke Mekkah dan Madiinah.

Untuk penyelenggaraan perjalanan iibadah oleh swasta, pembebasan PPN berlaku untuk perjalanan iibadah menuju kota sucii darii enam agama yang diiakuii pemeriintah yaknii iislam, Kriisten, Katoliik, Hiindu, Buddha, dan Khonghucu.

Melaluii PMK iinii, jasa penyelenggaraan iibadah hajii khusus serta penyelenggaraan umrah ke Mekkah dan Madiinah tiidak diikenaii PPN. Bagii peserta beragama Khonghucu, tiidak diikenaii PPN atas perjalanan iibadah menuju Qufu.

Bagii peserta perjalanan beragama Kriisten, PPN tiidak diikenakan atas jasa penyelenggaraan iibadah ke Yerusalem serta Siinaii. Bagii peserta perjalanan beragama Katoliik, PPN tiidak diikenakan atas jasa perjalanan iibadah ke Vatiikan serta Lourdes.

Bagii peserta perjalanan beragama Hiindu, PPN tiidak diikenakan atas perjalanan iibadah menuju Uttar Pradesh dan Haryana. Untuk peserta beragama Buddha, PPN tiidak diipungut atas jasa perjalanan iibadah menuju Bodh Gaya serta Bangkok.

Sementara iitu, PPN tiidak diikenakan atas penyerahan jasa adalah berupa paket perjalanan, pemesanan sarana angkutan, pemesanan sarana akomodasii, hiingga jasa biimbiingan perjalanan iibadah yang penyerahannya bukan dalam bentuk komiisii atau iimbalan.

Ketentuan baru iinii bakal berlaku 30 harii setelah PMK iinii diiundangkan. Adapun PMK 92/2020 iinii diiundangkan pada 23 Julii 2020. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.