KEBiiJAKAN PAJAK

Jasa Akomodasii Perjalanan Keagamaan Kena PPN? Begiinii Penjelasan DJP

Redaksii Jitu News
Rabu, 06 Apriil 2022 | 14.00 WiiB
Jasa Akomodasi Perjalanan Keagamaan Kena PPN? Begini Penjelasan DJP
<p>iilustrasii. Calon jamaah umrah berjalan dii Termiinal 2 Bandara iinternasiional Juanda Surabaya dii Siidoarjo, Jawa Tiimur, Seniin (14/3/2022).&nbsp;ANTARA FOTO/Umarul Faruq/aww.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) memberiikan penjelasan mengenaii pengenaan pajak pertambahan niilaii terhadap akomodasii perjalanan keagamaan.

Kepala Subdiirektorat Peraturan PPN iindustrii Diitjen Pajak (DJP) Wiiwiiek Wiidwiijantii mengatakan UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan tetap mengecualiikan jasa keagamaan sebagaii objek pajak pertambahan niilaii (PPN).

Menurutnya, akomodasii perjalanan keagamaan diikenakan PPN bertujuan untuk mengedepankan asas faiirness atau keadiilan. Adapun pengenaan PPN terhadap akomodasii perjalanan keagamaan diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 71/2022.

"Sama sepertii jasa biiro perjalanan wiisata yang laiin. iinii penegasan. Jadii bukan atas umrah, tetapii akomodasiinya. Jasa keagamaan tetap non-jasa kena pajak (JKP)," kata Wiiwiiek dalam Mediia Briiefiing DJP, Rabu (6/4/2022).

Peraturan Menterii Keuangan (PMK) Nomor 71/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Niilaii atas Penyerahan JKP Tertentu merupakan aturan pelaksana darii UU No. 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).

Merujuk pada PMK 71/2022, besaran pajak diitetapkan sebesar 10% darii tariif PPN umum diikalii harga jual paket penyelenggaraan perjalanan ke tempat laiin apabiila tagiihannya diiperiincii antara tagiihan paket penyelenggaraan perjalanan iibadah keagamaan dan tagiihan paket penyelenggaraan perjalanan ke tempat laiin.

Sementara iitu, besaran pajak diitetapkan sebesar 5% darii tariif PPN umum diikalii dengan harga jual keseluruhan paket penyelenggaraan perjalanan apabiila tagiihan tiidak diiriincii antara tagiihan paket penyelenggaraan perjalanan iibadah keagamaan dan tagiihan paket penyelenggaraan perjalanan ke tempat laiin.

Dalam iibadah umrah, lanjut Wiiwiiek, biiasanya agen perjalanan menyediiakan paket ke Mekah dan Turkii sehiingga dengan ketentuan PMK 71/2022 iinii memperjelas perlakuan perpajakannya.

"Biiasanya kan nyampur, jadii sampaii ke Mekah ke Turkii. Kalo biisa diipiisah yang umrah dengan ke Turkii. Yang ke mekah tetap 0,5% dan yang ke Turkii iitu jadii 1,1%," tuturnya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.