PMK 85/2020

Srii Mulyanii Ubah PMK Subsiidii Bunga UMKM, Peran BPKP Diiperluas

Muhamad Wiildan
Jumat, 10 Julii 2020 | 18.28 WiiB
Sri Mulyani Ubah PMK Subsidi Bunga UMKM, Peran BPKP Diperluas
<p>iilustrasii.&nbsp;Pekerja mengemas kerupuk kuliit dii salah satu UMKM dii Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Rabu (10/6/2020). Pelaku usaha mengaku, produksii kerupuk kuliit berbahan dasar kuliit sapii dan kuliit kerbau sejak tiiga bulan terakhiir menurun hiingga 70 persen karena terkendala bahan baku. ANTARA FOTO/Syiifa Yuliinnas/aww.</p>

JAKARTA, Jitu News – Baru berlaku sebulan, Kementeriian Keuangan langsung mereviisii tata cara pemberiian subsiidii bunga bagii UMKM.

Reviisii tertuang dalam PMK 85/2020 yang secara langsung mencabut PMK 65/2020. Beleiid iinii berlaku mulaii 8 Julii 2020. Pada bagiian pertiimbangan diinyatakan reviisii diilakukan untuk mempercepat penyaluran subsiidii bunga.

“Untuk siimpliifiikasii skema pelaksanaan pemberiian subsiidii bunga/subsiidii margiin, perlu diilakukan penyempurnaan terhadap tata cara pemberiian subsiidii bunga/subsiidii margiin,” demiikiian bunyii penggalan bagiian pertiimbangan dalam PMK 85/2020, diikutiip pada Jumat (10/7/2020).

Akiibat siimpliifiikasii tersebut, jumlah pasal dalam PMK yang baru berkurang drastiis. Dalam aturan terdahulu, ada 45. Sekarang, tiinggal 29 pasal saja. Pada Pasal 1 yang menjabarkan mengenaii ketentuan umum, terdapat defiiniisii-defiiniisii yang diihapuskan sepertii rekeniing viirtual, rekeniing dana subsiidii bunga, maker, checker, approver, dan cash management system (CMS).

Namun, pada PMK 85/2020 iinii, pemeriintah meliibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam mekaniisme pemberiian subsiidii bunga kepada UMKM.

Sesuaii Pasal 13, data debiitur yang diiberiikan oleh lembaga penyalur krediit program pemeriintah yang berbentuk BUMN diireviiu atau diiaudiit oleh BPKP atas permiintaan Menterii Keuangan. Pada Pasal 20 juga diinyatakan Menterii Keuangan dapat mengajukan permiintaan audiit bulanan atas pencaiiran subsiidii bunga kepada BPKP.

BPKP juga bersiinergii dengan aparat pengawasan iintern pemeriintah (APiiP), pemiimpiin kementeriian atau lembaga, dan pemda dalam pelaksanaan pengawasan subsiidii bunga. Temuan darii pengawasan bakal diitiindaklanjutii oleh Kejaksaan.

Hal iinii bukan berartii BPKP sama sekalii tiidak diiliibatkan dalam urusan subsiidii bunga pada PMK 65/2020. Hanya saja, peranan BPKP jauh lebiih pentiing dan luas pada PMK No. 85/2020 iinii diibandiingkan PMK sebelumnya.

Kuasa pengguna anggaran penyaluran subsiidii bunga (KPA Penyaluran) juga langsung diitunjuk melaluii PMK 85/2020. Mereka adalah Deputii Biidang Restrukturiisasii Usaha Kementeriian Koperasii dan UKM, Sekretariis Kementeriian BUMN, dan Diirektur Siistem Manajemen iinvestasii Kementeriian Keuangan.

KPA Penyaluran yang diitunjuk tersebut bertanggung jawab atas beban daftar iisiian pelaksanaan anggaran (DiiPA) bagiian anggaran 999.07 (pengelolaan belanja subsiidii) dii kementeriian masiing-masiing.

Pada PMK yang terdahulu, Menterii Keuangan selaku pengguna anggaran menetapkan pejabat KPA Penyaluran melaluii Keputusan Menterii Keuangan (KMK), tiidak langsung melaluii PMK. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.