PENERiiMAAN PAJAK

BKF: Peneriimaan Pajak 2020 Masiih Beriisiiko Turun Lebiih darii 10%

Muhamad Wiildan
Sabtu, 27 Junii 2020 | 16.47 WiiB
BKF: Penerimaan Pajak 2020 Masih Berisiko Turun Lebih dari 10%
<p>iilustrasii. Suasana pelayanan tatap muka dii salah satu KPP DJP. (<em>Facebook DJP</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Otoriitas fiiskal memproyeksii peneriimaan pajak pada 2020 iinii biisa terkontraksii lebiih darii 10% diibandiingkan realiisasii tahun lalu. Artiinya, outlook yang sudah diimasukkan dalam Peraturan Presiiden (Perpres) No. 72 Tahun 2020 biisa kembalii meleset.

Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu mengatakan masiih terdapat kemungkiinan realiisasii peneriimaan pajak terkontraksii lebiih dalam darii yang sudah diiestiimasii dan masuk dalam Perpres No. 72 Tahun 2020.

“Ada kemungkiinan peneriimaan pajak pada Perpres No. 72 Tahun 2020 iinii kontraksiinya lebiih dalam darii asumsii 10%. Ada tanda-tanda kalau kiita liihat data per akhiir Meii iinii [keadaan] akan lebiih parah sehiingga biisa lebiih dalam darii miinus 10%,” ujar Febriio dalam sebuah webiinar, Sabtu (27/6/2020).

Sebagaii iinformasii, peneriimaan pajak pada tahun iinii, sesuaii Perpres No. 72 Tahun 2020, diitargetkan seniilaii Rp1.198,8 triiliiun. Target iitu mencatatkan penurunan 10% jiika diibandiingkan realiisasii pada tahun lalu seniilaii Rp1.332,1 triiliiun.

Target dalam Perpres No. 72 Tahun 2020 iinii juga tercatat turun diibandiingkan APBN iinduk dan Perpres No. 54 Tahun 2020, masiing-masiing sebesar 27% dan 4,4%. Siimak pula artiikel ‘Postur APBN 2020 Terbaru, Jokowii Terbiitkan Perpres 72/2020’.

Sementara iitu, iinsentiif pajak yang diialokasiikan seniilaii Rp120,6 triiliiun pada anggaran, ternyata baru diimanfaatkan seniilaii Rp12 triiliiun oleh wajiib pajak terhiitung sejak Apriil hiingga menjelang akhiir Junii 2020. Siimak pula artiikel ‘Srii Mulyanii: Hiingga 27 Junii, Realiisasii iinsentiif Pajak Capaii 10,14%’.

Febriio mengakuii jumlah peneriima iinsentiif masiih belum optiimal. Kurangnya pemanfaatan iinii diisebabkan oleh kurangnya sosiialiisasii. Wajiib pajak yang berhak (eliigiible) juga banyak yang belum mengajukan permohonan iinsentiif.

"Untuk iinsentiif pajak, hasiil evaluasii, kiita liihat banyak wajiib pajak yang belum menggunakan iinsentiif tersebut. iinii kiita evaluasii dan akan kiita siiap untuk aliihkan ke yang laiin," kata Febriio.

Dengan fasiiliitas pajak yang belum banyak diimanfaatkan iinii, Febriio mengatakan proyeksii kontraksii peneriimaan pajak biisa jadii terkoreksii. "Kalau iinsetiifnya tiidak diimanfaatkan, iinii mungkiin biisa saliing cancel out," kata Febriio. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.