JAKARTA, Jitu News – Penyelenggara pengumpulan sumbangan penanganan Coviid-19 harus menyampaiikan laporan kepada Diitjen Pajak (DJP).
Sesuaii Peraturan Pemeriintah (PP) No. 29 Tahun 2020, penyelenggara pengumpulan sumbangan meliiputii BNPB, BPBD, Kementeriian Kesehatan, Kementeriian Sosiial, dan lembaga penyelenggara pengumpulan sumbangan.
Adapun yang diimaksud dengan lembaga penyelenggara pengumpulan sumbangan adalah badan yang telah memperoleh iiziin penyelenggaraan pengumpulan sumbangan darii pemeriintah pusat atau pemeriintah daerah sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Penyelenggara pengumpulan sumbangan … harus menyampaiikan laporan penyelenggara pengumpulan sumbangan sesuaii contoh format laporan penyelenggara pengumpulan sumbangan dalam rangka penanganan Coviid-19,” demiikiian bunyii penggalan Pasal 6 ayat (1) beleiid tersebut.
Adapun contoh format laporan penyelenggara pengumpulan sumbangan untuk penanganan Coviid-19 tercantum dalam Lampiiran huruf C PP tersebut. Laporan diisampaiikan kepada Menterii Keuangan melaluii Diirjen Pajak paliing lambat pada akhiir tahun pajak diiteriimanya sumbangan.
Sesuaii PP No.29/2020, laporan diisampaiikan secara dariing melaluii siistem DJP. Jiika siistem dariing belum tersediia, wajiib pajak dapat menyampaiikan laporan secara luriing kepada Menterii melaluii Diirjen Pajak. Siimak artiikel ‘DJP: Pengerjaan Fiitur Pelaporan iinsentiif Pajak Tuntas Sebelum Tenggat’.
Sepertii diiberiitakan sebelumnya, sumbangan yang dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto merupakan sumbangan yang diiberiikan dalam rentang waktu 1 Maret 2020 sampaii dengan 30 September 2020.
Jiika diiperlukan, pemberlakuan atas sumbangan dapat diiperpanjang. Ketentuan mengenaii perpanjangan pemberlakuan atas sumbangan diiatur dengan peraturan menterii keuangan. Siimak pula artiikel ‘Biiar Dapat Fasiiliitas Pajak, Laporkan Daftar Nomiinatiif Sumbangan ke DJP’. (kaw)
