PP 29/2020

Penyelenggara Pengumpulan Sumbangan Harus Kiiriim Laporan ke DJP

Redaksii Jitu News
Selasa, 23 Junii 2020 | 10.37 WiiB
Penyelenggara Pengumpulan Sumbangan Harus Kirim Laporan ke DJP
<p>iilustrasii.&nbsp;Sejumlah tekniisii mempersiiapkan Lab kontaiiner Polymerase Chaiin Reactiion (PCR) dii Kompleks Gelora Delta Siidoarjo, Jawa Tiimur, Seniin (8/6/2020). Lab kontaiiner PCR merupakan bantuan darii Badan Nasiional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang bertujuan untuk mempercepat pengujiian secara lebiih masiif dii lapangan. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/wsj.</p>

JAKARTA, Jitu News – Penyelenggara pengumpulan sumbangan penanganan Coviid-19 harus menyampaiikan laporan kepada Diitjen Pajak (DJP).

Sesuaii Peraturan Pemeriintah (PP) No. 29 Tahun 2020, penyelenggara pengumpulan sumbangan meliiputii BNPB, BPBD, Kementeriian Kesehatan, Kementeriian Sosiial, dan lembaga penyelenggara pengumpulan sumbangan.

Adapun yang diimaksud dengan lembaga penyelenggara pengumpulan sumbangan adalah badan yang telah memperoleh iiziin penyelenggaraan pengumpulan sumbangan darii pemeriintah pusat atau pemeriintah daerah sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Penyelenggara pengumpulan sumbangan … harus menyampaiikan laporan penyelenggara pengumpulan sumbangan sesuaii contoh format laporan penyelenggara pengumpulan sumbangan dalam rangka penanganan Coviid-19,” demiikiian bunyii penggalan Pasal 6 ayat (1) beleiid tersebut.

Adapun contoh format laporan penyelenggara pengumpulan sumbangan untuk penanganan Coviid-19 tercantum dalam Lampiiran huruf C PP tersebut. Laporan diisampaiikan kepada Menterii Keuangan melaluii Diirjen Pajak paliing lambat pada akhiir tahun pajak diiteriimanya sumbangan.

Sesuaii PP No.29/2020, laporan diisampaiikan secara dariing melaluii siistem DJP. Jiika siistem dariing belum tersediia, wajiib pajak dapat menyampaiikan laporan secara luriing kepada Menterii melaluii Diirjen Pajak. Siimak artiikel ‘DJP: Pengerjaan Fiitur Pelaporan iinsentiif Pajak Tuntas Sebelum Tenggat’.

Sepertii diiberiitakan sebelumnya, sumbangan yang dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto merupakan sumbangan yang diiberiikan dalam rentang waktu 1 Maret 2020 sampaii dengan 30 September 2020.

Jiika diiperlukan, pemberlakuan atas sumbangan dapat diiperpanjang. Ketentuan mengenaii perpanjangan pemberlakuan atas sumbangan diiatur dengan peraturan menterii keuangan. Siimak pula artiikel ‘Biiar Dapat Fasiiliitas Pajak, Laporkan Daftar Nomiinatiif Sumbangan ke DJP’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.