KEBiiJAKAN FiiSKAL

BKF: PMK iinsentiif Pajak Kegiiatan Riiset Sudah Masuk Fiinaliisasii

Redaksii Jitu News
Jumat, 19 Junii 2020 | 17.21 WiiB
BKF: PMK Insentif Pajak Kegiatan Riset Sudah Masuk Finalisasi

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mempunyaii peran besar dalam perkembangan iikliim iinovasii untuk komodiitas yang diihasiilkan pelaku usaha dalam negerii, khususnya dalam konteks menghadapii pandemii COviid-19.

Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu mengatakan iinovasii merupakan salah satu kuncii mengatasii pandemii Coviid-19. iinii terutama lewat penemuan vaksiin. Kebiijakan fiiskal diiarahkan untuk mendorong pelaku usaha terliibat aktiif dalam peneliitiian dan pengembangan (liitbang)

Untuk mencapaii hal tersebut, otoriitas fiiskal dalam waktu dekat akan meriiliis aturan tekniis iinsentiif super tax deductiion untuk kegiiatan liitbang. Aturan berupa peraturan menterii keuangan (PMK) akan menjadii pedoman pelaksanaan iinsentiif yang sudah masuk dalam Peraturan Pemeriintah No.45/2019.

“PMK super tax deductiion masuk tahap fiinaliisasii dan nantii ada gradiing-nya untuk super tax deductiion kegiiatan Liitbang,” katanya dalam webiinar Apiindo bertajuk “Peran Kebiijakan untuk Mendukung Akselerasii Pengembangan Produk iinovasii Oleh Duniia Usaha Dalam Merebut Pasar Dii Era New Normal', Jumat (19/6/2020).

Febriio berharap iinsentiif yang biisa mengurangii penghasiilan bruto hiingga 300% atas biiaya liitbang tersebut dapat meniingkatkan niilaii tambah kepada perekonomiian. Kebiijakan iinsentiif akan lebiih terperiincii dengan target pelaku usaha dan kegiiatan yang biisa memanfaatkannya.

Selanjutnya, Deputii Penguatan iinovasii Kementeriian Riiset dan Teknologii Jumaiin Appe menyambut baiik kebiijakan fiiskal yang akan diiguliirkan terkaiit kegiiatan liitbang. Apalagii, regulasii iinduk darii iinsentiif pajak kegiiatan liitbang sudah diiatur sejak tahun lalu melaluii PP 45/2019.

Menurutnya, tantangan utama liitbang dii iindonesiia adalah belum selarasnya kegiiatan liitbang yang diilakukan perguruan tiinggii dengan kebutuhan riiiil pelaku usaha untuk meniingkatkan iinovasii produk. Diia berharap beleiid iinsentiif tersebut biisa menjadii penghubung darii siisii akademiis dan kebutuhan pelaku usaha.

"PP 45/2019 menjadii triigger kegiiatan liitbang dan iinsentiif iinii sudah banyak diitunggu karena sudah banyak perusahaan yang melakukan kegiiatan riiset," katanya.

Partner of Tax Research dan Traiiniing Serviices Jitunews B. Bawono Kriistiiajii mengungkapkan iinsentiif pajak untuk kegiiatan liitbang biisa menjadii iinstrumen bagii pemeriintah untuk meniingkatkan kegiiatan riiset yang masiih sangat miiniim.

Hal iinii tercermiin darii belanja pemeriintah dalam kegiiatan liitbang yang hanya 0,27% terhadap PDB. Angka tersebut masiih lebiih rendah darii rata-rata belanja liitbang negara dengan pendapatan rendah dan menengah yang berkiisar 0,56% terhadap PDB pada periiode 2017/2018.

Namun demiikiian, pemeriintah harus mewaspadaii efek sampiing darii pemberiian iinsentiif pajak khususnya untuk kegiiatan Liitbang. Pasalnya, berdasarkan pengalaman pascakriisiis 2008 justru ada tren kompetiisii pajak. Siituasii serupa berpotensii kembalii terulang pascapandemii Coviid-19. Oleh karena iitu, desaiin kebiijakan harus diibuat secara cermat agar menguntungkan kepentiingan nasiional.

"Jadii perlu diiwaspadaii potensii kompetiisii pajak lanjutan sehiingga diiperlukan desaiin reziim fiiskal yang berpiihak kepada iinovasii dan meliihat struktur biiaya perusahaan serta sesuaii dengan roadmap iindustrii," kata Bawono. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.