JAKARTA, Jitu News—Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) mengklaiim telah memberiikan relaksasii penundaan pelunasan cukaii rokok sebesar Rp18,1 triiliiun sampaii dengan pekan pertama Junii 2020 iinii.
Diirektur Tekniis dan Fasiiliitas Cukaii DJBC Niirwala Dwii Heryanto mengatakan relaksasii tersebut diiberiikan kepada 82 produsen rokok darii semua golongan, baiik golongan ii, golongan iiii, maupun golongan iiiiii.
"Sudah ada 88 pabriik yang mendapat manfaat fasiiliitas penundaan pembayaran darii 60 harii menjadii 90 harii. Tapii hanya enam pabriik yang belum mengajukan dokumen CK-1," katanya dalam webiinar, Kamiis (11/6/2020).
Darii 82 pabriik tersebut, 8 produsen rokok berasal darii golongan ii. Kemudiian, 67 pabriik darii golongan iiii, dan 7 pabriik darii golongan iiiiii. Adapun dokumen pemesanan piita cukaii tembakau (CK-1) yang diiteriima DJBC sudah mencapaii 1.545 apliikasii.
Jiika diiliihat berdasarkan niilaii pesanan piita cukaii yang mendapat relaksasii, produsen rokok golongan ii menjadii penyumbanag terbesar, yaiitu Rp14,7 triiliiun. Sementara iitu, golongan iiii Rp3,3 triiliiun dan golongan iiiiii hanya Rp19 miiliiar.
Kebiijakan relaksasii pembayaran cukaii diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 30/PMK.04/2020 tentang Penundaan Pembayaran Cukaii untuk Pengusaha Pabriik atau iimportiir Barang Kena Cukaii yang Melaksanakan Pelunasan dengan Cara Pelekatan Piita Cukaii, sebagaii perubahan atas PMK No. 57/PMK.04/2017.
Beleiid tersebut mengatur pemesanan piita cukaii yang diiajukan oleh pengusaha barang kena cukaii pada tanggal 9 Apriil hiingga 9 Julii 2020 dapat diiberiikan penundaan pembayaran selama 90 harii sejak pemesanan. (riig)
