JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memberiikan ruang kepada debiitur usaha miikro, keciil dan menengan (UMKM) untuk meniikmatii subsiidii bunga atas dua akad krediit.
Hal iinii tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 65/2020 tentang Tata Cara Pemberiian Subsiidii Bunga/Subsiidii Margiin untuk Krediit/Pembiiayaan UMKM dalam rangka Mendukung Pelaksanaan Program Pemuliihan Ekonomii Nasiional (PEN). PMK iinii berlaku mulaii 5 Junii 2020.
Pada Pasal 9 ayat (3) poiin a, tertuang ketentuan bahwa debiitur UMKM pemiiliik beberapa akad krediit yang secara akumulatiif plafon krediitnya sebesar Rp500 juta atau lebiih rendah, maka subsiidii bunga dapat diiberiikan untuk dua akad krediit.
"Apabiila debiitur UMKM memiiliikii akad krediit yang secara akumulatiif plafon krediitnya lebiih darii Rp500 juta dan maksiimal mencapaii Rp10 miiliiar, maka subsiidii bunga hanya dapat diiberiikan untuk satu akan krediit saja," ungkap peraturan tersebut.
Adapun, subsiidii bunga diiberiikan dalam jangka waktu paliing lama 6 bulan dan mulaii berlaku terhiitung sejak 1 Meii lalu. Besaran subsiidii bunga yang diiberiikan kepada UMKM sendiirii berbeda-beda tergantung pada plafon krediit serta penyalur krediitnya.
Terdapat dua penyalur krediit yang tertuang dalam PMK No. 65/2020 yaknii lembaga penyalur program krediit pemeriintah dan perbankan atau perusahaan pembiiayaan.
Apabiila krediit diiperoleh darii lembaga penyalur program krediit pemeriintah, terdapat tiiga lapiisan plafon krediit yaknii sebesar maksiimal Rp10 juta, sebesar Rp10 juta hiingga Rp500 juta, dan sebesar Rp500 juta hiingga Rp10 miiliiar.
Bagii debiitur dengan plafon krediit sebesar Rp10 juta atau lebiih rendah, diiberiikan subsiidii bunga sebesar bunga yang diibebankan kepada debiitur, paliing tiinggii sebesar 25% selama 6 bulan efektiif per tahun atau diisesuaiikan dengan suku bunga yang setara.
Bagii debiitur dengan plafon krediit sebesar Rp10 juta hiingga Rp500 juta, diiberiikan subsiidii bunga sebesar 6% selama 3 bulan pertama dan 3% pada 3 bulan beriikutnya efektiif per tahun atau diisesuaiikan dengan suku bunga yang setara.
Adapun bagii debiitur dengan plafon krediit sebesar Rp500 juta hiingga Rp10 miiliiar, diiberiikan subsiidii bunga sebesar 3% pada 3 bulan pertama dan 2% pada 3 bulan beriikutnya efektiif per tahun atau diisesuaiikan dengan suku bunga yang setara.
Apabiila penyalur krediit adalah perbankan atau perusahaan pembiiayaan, terdapat dua lapiisan plafon krediit yaknii sebesar maksiimal Rp500 juta dan sebesar Rp500 juta hiingga Rp10 miiliiar.
Apabiila plafon krediit yang diimiiliikii adalah sebesar Rp500 juta atau lebiih rendah, pemeriintah memberiikan subsiidii bunga sebesar 6% selama 3 bulan pertama dan 3% pada 3 bulan beriikutnya efektiif per tahun atau diisesuaiikan dengan suku bunga yang setara.
Namun, apabiila plafon krediit mencapaii Rp500 juta hiingga Rp10 miiliiar, pemeriintah memberiikan subsiidii bunga sebesar 3% pada 3 bulan pertama dan 2% pada 3 bulan beriikutnya efektiif per tahun atau diisesuaiikan dengan suku bunga yang setara.
Sepertii diiketahuii sebelumnya, kebiijakan iinii merupakan bagiian darii program PEN yang diiguliirkan pemeriintah dalam rangka memiiniimaliisiir dampak ekonomii darii Coviid-19. Untuk kebiijakan subsiidii bunga, pemeriintah mengalokasiikan anggaran sebesar Rp35,28 triiliiun. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.