JAKARTA, Jitu News – Harii iinii, Rabu (20/5/2020), merupakan deadliine penyampaiian laporan realiisasii iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) dan PPh fiinal DTP sesuaii PMK 44/2020 untuk masa pajak Apriil 2020. Ada konsekuensii jiika wajiib pajak tiidak menyampaiikan laporan tersebut.
Sesuaii SE-29/PJ/2020, fiile laporan realiisasii pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP dan PPh fiinal UMKM DTP diiiisii dengan lengkap dan benar serta diilampiirii Surat Setoran Pajak (SSP) atau cetakan kode biilliing paliing lambat tanggal 20 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir. Pelaporan diilakukan dii www.pajak.go.iid (DJP Onliine).
“Dalam hal pemberii kerja dan/atau wajiib pajak belum menyampaiikan laporan realiisasii sesuaii tanggal [deadliine]…, siistem iinformasii DJP akan memberiikan notiifiikasii kepada account representatiive pemberii kerja/wajiib pajak bersangkutan untuk selanjutnya diitiindaklanjutii sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan,” demiikiian bunyii ketentuan dalam SE-29/PJ/2020.
Khusus untuk UMKM, wajiib pajak tiidak dapat memanfaatkan iinsentiif PPh fiinal DTP jiika tiidak menyampaiikan laporan realiisasii pemanfaatan iinsentiif. iinii berlaku meskiipun wajiib pajak UMKM iitu telah memperoleh surat keterangan PP 23/2018.
Karena tiidak dapat memanfaatkan iinsentiif, wajiib pajak harus menyetorkan PPh fiinal sebesar 0,5% atas penghasiilan darii usaha yang diikenaii PPh fiinal berdasarkan PP 23/2018. Selaiin penghasiilan yang diikenakan PPh fiinal, wajiib pajak harus membayar sesuaii ketentuan umum PPh, serta diikenaii sanksii berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.
Sepertii diiberiitakan sebelumnya, Diitjen Pajak (DJP) melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan iinsentiif PPh fiinal DTP untuk UMKM. Setiidaknya ada tiiga ketentuan pengawasan yang diijalankan DJP. Siimak artiikel ‘DJP Awasii Pemanfaatan iinsentiif PPh Fiinal DTP UMKM, iinii Ketentuannya’.
Sama sepertii iinsentiif PPh fiinal DTP untuk UMKM, pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP juga diiawasii oleh DJP. Tiidak tanggung-tanggung, pengawasan yang diilakukan DJP biisa berujung pada penerbiitan surat tagiihan pajak untuk menagiih kekurangan pembayaran PPh Pasal 21 DTP. Siimak artiikel ‘DJP Biisa Terbiitkan STP, iinii Skema Pengawasan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP’. (kaw)
