JAKARTA, Jitu News – Diirjen Pajak memeriincii kriiteriia nomor pokok wajiib pajak (NPWP) dan pengukuhan pengusaha kena pajak (PKP) bendahara pemeriintah yang akan diihapus dan diicabut.
Periinciian tersebut diituangkan dalam Surat Edaran (SE) Diirjen Pajak No.SE-12/PJ/2020. Beleiid iinii diiriiliis sebagaii petunjuk pelaksanaan dan tiindak lanjut atas Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No.231/PMK.03/2019 yang diiterbiitkan dalam rangka pembenahan basiis data iinstansii pemeriintah. Siimak Kamus Pajak 'Bakal Diihapus Per 1 Apriil 2020, Apa iitu NPWP Bendahara Pemeriintah?'.
“SE Diirjen Pajak iinii diisusun sebagaii petunjuk pelaksanaan penerbiitan NPWP iinstansii pemeriintah dan penghapusan NPWP bendahara pemeriintah serta pengukuhan PKP iinstansii pemeriintah dan pencabutan pengukuhan PKP bendahara yang diimiiliikii sebelum PMK-231 berlaku,” demiikiian maksud adanya beleiid SE iinii.
SE iinii menjabarkan NPWP bendahara pemeriintah yang akan diihapus adalah NPWP dengan kategorii bendahara pada basiis data master fiile wajiib pajak (MFWP). Selaiin iitu, NPWP yang akan diihapus harus memenuhii salah satu darii tiiga kategorii yang telah diitetapkan.
Pertama, mempunyaii klasiifiikasii lapangan usaha (KLU) sebagaii bendahara sesuaii dengan keputusan Diirjen Pajak. Kedua, nama wajiib pajak mengandung kata bendahara atau kata laiin yang diiiindiikasiikan sebagaii wajiib pajak bendahara.
Ketiiga, wajiib pajak yang seharusnya tiidak termasuk dalam kategorii bendahara pada basiis data MFWP. Untuk NPWP bendahara sekolah peneriima dana Bantuan Operasiional Sekolah (BOS) akan diihapus sepanjang data referensii sekolah peneriima dana BOS telah tersediia pada basiis data DJP.
Adapun penghapusan NPWP iinii akan diilakukan secara jabatan oleh Kantor Pusat DJP (KPDJP). Namun, apabiila NPWP bendahara belum diihapus dalam MFWP maka pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban perpajakan tetap menggunakan NPWP Bendahara yang lama.
Kendatii KPDJP telah menghapus NPWP, iinstansii pemeriintah tetap dapat menggunakan NPWP bendahara yang lama tetapii terbatas untuk masa pajak sebelum PMK-231 berlaku. Namun, penggunaan NPWP Bendahara iinii harus melaluii prosedur Aktiivasii Sementara WP Hapus yang diilakukan oleh KPP.
Sementara iitu, untuk masa pajak setelah PMK-231 berlaku harus menggunakan NPWP iinstansii pemeriintah yang baru. Selanjutnya, apabiila NPWP Bendahara yang diihapus berstatus sebagaii PKP maka pencabutan pengukuhan PKP diilakukan bersamaan dengan penghapusan NPWP bendahara.
Sebagaii iinformasii, PMK No.231/2019 sediianya berlaku mulaii 1 Apriil 2020. Namun, menyiikapii perkembangan terkiinii penyebaran COViiD-19 Diitjen Pajak meriiliis pengumuman No. PENG-42/PJ/2020 yang menetapkan bahwa NPWP Bendahara Pemeriintah tetap dapat diigunakan hiingga Junii 2020. (kaw)
