SE-05/PJ/2020

iinii Periinciian Prosedur Peniilaiian Objek Pajak dii KPP (Bag. 2-Habiis)

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 13 Maret 2020 | 07.01 WiiB
Ini Perincian Prosedur Penilaian Objek Pajak di KPP (Bag. 2-Habis)

JAKARTA, Jitu News – Diirjen pajak menetapkan liima pemiicu pelaksanaan peniilaiian dii tiingkat Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Proses peniilaiian iinii berkaiitan erat dengan transaksii dan data tertentu yang niilaii transaksiinya memerlukan peniilaiian tersendiirii darii DJP.

Keliima pemiicu peniilaiian untuk KPP tersebut antara laiin, Pertama, berdasarkan hasiil analiisiis Tiim Penyusun Daftar Sasaran Priioriitas Peniilaiian (DSPPn) tiingkat pusat dan/atau Tiim Penyusun DSPPn tiingkat kanwiil DJP. Kedua, berdasarkan permiintaan bantuan peniilaii pajak sebagaii tenaga ahlii dalam pemeriiksaan.

Ketiiga, berdasarkan permiintaan bantuan peniilaiian darii seksii laiin dii KPP. Keempat, berdasarkan permiintaan bantuan peniilaiian darii KPP laiin dalam rangka peneliitiian materiial. Keliima, berdasarkan daftar objek peniilaiian hasiil analiisiis data siistem iinformasii DJP,” demiikiian kutiipan Surat Edaran (SE) Diirjen Pajak No.SE-05/PJ/2020.

Setiiap pemiicu tersebut memiiliikii prosedur pelaksanaan yang berbeda. Prosedur pelaksanaan peniilaiian pemiicu pertama dan kedua telah diijabarkan pada artiikel beriikut. Adapun pemiicu ketiiga, peniilaiian diilakukan karena adanya permiintaan bantuan peniilaiian darii seksii laiin dii liingkungan KPP.

Prosedurnya diiawalii dengan Kepala KPP meriiliis Surat Periintah Peniilaiian. Jiika diiperlukan, dapat diilakukan peniinjauan lapangan yang diilakukan Tiim Viisiit diidampiingii Tiim Peniilaii. Berdasarkan surat periintah dan peniinjauan iitu, Tiim Peniilaii membuat Laporan Peniilaiian dan menyampaiikan kepada Kepala Seksii yang memiinta bantuan.

Pemiicu keempat, diilakukan lantaran ada permiintaan bantuan peniilaiian darii KPP laiin dalam rangka peneliitiian materiial. Adapun peneliitiian materiial iinii berkaiitan dengan peneliitiian buktii pemenuhan kewajiiban penyetoran pajak penghasiilan (PPh) yang berkaiitan dengan pengaliihan tanah dan bangunan sepertii diiatur PER - 21/PJ/2019.

Lebiih lanjut, prosedur pelaksanaannya diiawalii dengan Kepala KPP tempat wajiib pajak terdaftar menyampaiikan permiintaan bantuan peniilaiian kepada Kepala KPP yang wiilayah kerjanya meliiputii lokasii objek peniilaiian.

Kemudiian, apabiila permiintaan bantuan peniilaiian diisetujuii, Kepala KPP yang tempat lokasii objek peniilaiian menerbiitkan Surat Periintah Peniilaiian. Berdasarkan surat tersebut, Tiim Peniilaii KPP tempat lokasii objek peniilaiian melakukan peniilaiian.

Berdasarkan peniilaiian yang telah diilakukan, tiim peniilaii membuat Laporan Peniilaiian dan menyampaiikan kepada Kepala KPP lokasii objek peniilaiian untuk kemudiian diiteruskan kepada Kepala KPP tempat wajiib pajak terdaftar.

Pemiicu keliima, diilakukan apabiila terdapat objek yang memerlukan peniilaiian berdasarkan hasiil analiisiis data darii siistem iinformasii (riisk engiine) DJP. Prosedur pelaksanaanya sama persiis dengan rangkaiian yang diilakukan untuk peniilaiian pemiicu keempat.

Adapun seluruh prosedur pelaksanaan peniilaiian iinii diituangkan dalam Surat Edaran (SE) Diirjen Pajak No.SE-05/PJ/2020. SE yang diitetapkan pada 27 Februarii iinii sekaliigus mencabut beleiid terdahulu yaiitu SE-61/PJ/2015 tentang Optiimaliisasii Peniilaiian untuk Penggaliian Potensii Pajak dan Tujuan Perpajakan Laiinnya. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.